Sunday, June 10, 2018

MATERI BAHASA INDONESIA: PENGERTIAN TEKS LAPORAN (STRUKTUR, CIRI-CIRI, JENIS-JENIS DAN CONTOH

Materi Pokok / Pembelajaran :
• Fungsi teks laporan
• Pengertian teks laporan
• Model teks laporan (pengamatan, percobaan / eksperimen)
• Struktur teks laporan.
• Ciri-ciri kebahasaan teks laporan: Kalimat aktif, kata tugas, kosakata teknis bidang ilmu; penulisan unsur serapan.
• Model teks laporan percobaan.

Pengertian Teks Laporan
Teks laporan adalah sebuah teks yang mengandung klarifikasi mengenai suatu objek tertentu yang berdasarkan kriteria tertentu.
Berbeda dengan teks deskripsi, teks laporan bersifat umum atau universal. Sedangkan teks deskripsi lebih bersifat khusus dan mendetail.
Struktur Teks Laporan
Secara umum teks laporan tersusun oleh dua bagian, diantaranya adalah:
1. Penyataan Umum (Klasifikasi)
Pernyataan umum terletak pada awal teks dan berupa pernyataan – pernyataan umum yang disampaikan untuk mengarahkan atau mengantarkan pembaca kepada pembahasan atau hal yang akan dilaporkan.
2. Aspek – Aspek Laporan
Setelah pernyataan umum, ada bagian yang disebut dengan aspek – aspek laporan. Bagian ini mengandung poin – poin laporan yang disusun berdasarkan klasifikasi tertentu.
Ciri Kebahasaan Teks Laporan
Teks laporan memiliki ciri kebahasaan, diantaranya adalah:
1. Menggunakan kata sandang
Kata sandang merupakan jenis kata yang digunakan untuk mengawali kata benda yang berfungsi sebagai penentu, misalnya sebuah, suatu, beberapa, seorang, dan lain – lain.
Contoh :
Seorang anak hilang dalam keramaian.
Sebagian mamalia tinggal di dalam laut.
2. Menggunakan konjungsi
Kata sambung digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat. Ada dua macam kata sambung, yaitu kata sambung intra kalimat dan kata sambung intra paragraf. Contohnya adalah sedangkan, namun, dan, tetapi, sehingga, dan lain – lain.
Penggunaan kata sambung ini agar teks laporan menjadi karangan atau tulisan yang padu.
3. Kalimat aktif
4. Kata tugas
5. Kosakata teknis bidang ilmu
6. Penulisan unsur serapan.
Macam-macam Model Teks Laporan 
Ada banyak sekali jenis – jenis teks laporan yang bisa kita temukan, diantaranya adalah:
  1. teks laporan hasil observasi
  2. teks laporan percobaan
  3. teks laporan eksperimen
1. Teks Laporan Hasil Observasi / Pengamatan
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memuat klasifikasi mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan bersifat global atau universal. Teks laporan lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis sesuai dengan ciri setiap jenis pada umumnya. Teks ini juga berkaitan dengan hubungan antara sebuah kelas dan subkelas yang ada didalamnya.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi sebuah teks laporan hasil observasi, Secara umum, teks laporan hasil observasi memiliki 2 struktur, diantaranya yaitu:
  1. Pernyataan umum (klasifikasi) : merupakan semacam pembuka atau pengantar tentang hal yang dilaporkan. Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa benda-benda di dunia dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
  2. Anggota/aspek yang dilaporkan, merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.
Adapun struktur lainnya dari teks laporan ini adalah sebagai berikut:
  1. Definisi Umum, adalah pembukaan yang berisi pengertian tentang sesuatu yang dibahas didam teks.
  2. Definisi Bagian, adalah bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).
  3. Definisi Manfaat, bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan
  4. Penutup, adalah bagian rincian akhir dari teks.
Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi/Pengamatan:
  1. Memberitahukan atau menjelaskan  laporan pertanggung jawaban dari sebuah tugas atau kegiatan pengamatan (observasi).
  2. Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
  3. Merupakan sumber informasi yang akurat dan terpercaya karena disusun berdasarkan dengan data dan fakta.
  4. Merupakan sarana untuk mendokumentasikan hasil kegiatan observasi.
 
 
2. Teks Laporan Percobaan
Suatu teks yang berisi tentang percobaan yang dilakukan oleh penulis yang biasa berada ketika seseorang melakukan suatu percobaan, observasi atau melakukan karya ilmiah dan bisa juga pada laporan praktikum.
Struktur Teks Laporan Percobaan
Struktur teks Laporan percobaan menjadi bagian -bagian penting yang menjadi penyusun teks rekaman percobaan. Secara umum, struktur teks rekaman percobaan terdiri dari empat bagian, yakni:
1.Tujuan serta alat dan bahan
2.Langkah-langkah
3.Hasil
4.Simpulan
Unsur Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
Unsur kebahasaan dalam teks rekaman percobaan serupa dengan unsur kebahasaan dalam teks prosedur. Jadi, di dalamnya terdapat : sinonim, antonim, dan kata bilangan.
Ciri-ciri Teks Laporan :
  • Harus mengandung fakta
  • bersifat objektif
  • harus ditulis sempurna dan lengkap
  • tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
  • disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis.
Langkah-langkah Menulis Teks Laporan
Untuk membuat laporan hasil pengamatan, perlu mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan. Dengan demikian laporan hasil pengamatan yang dibuat dapat menjadi sebuah laporan yang tersusun secara rapi, runtut dan menarik. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah laporan hasil pengamatan adalah sebagai berikut :
  1. Membuat judul laporan yang benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan.
  2. Menyusun kalimat pembukaan.
  3. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan-gagasan pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan.
  4. Menulis kalimat penutup. Dengan mengetahui tehnik penyajian suatu hasil laporan atau kunjungan, maka akan dengan mudah menyusun laporan hasil pengamatan secara runtut dan menarik serta sesuai dengan kenyataan yang ada.
Contoh Teks Laporan Percobaan :
 
Kenaikan Tarif Tol Tidak Mempertimbangkan Hak Konsumen
Tarif ruas tol akan kembali naik. Kali ini, PT Jasa Marga bakal menaikkan tarif ruas Tol Sedyatmo mulai Jumat (19/9). Penaikan ini dinilai tidak adil karena tidak mempertimbangkan hak konsumen sebagai pengguna jasa.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan sudah berulang kali kenaikan tarif tol dianggap tidak adil karena berdasarkan regulasi mengatur kenaikan tarif tol setiap dua tahun, serta hanya berlandaskan laju inflasi. “Hal initidak adil karena hak-hak konsumen tidak dipertimabngkan. Indikator kenaikan bukan inflasi saja, melainkan juga kemanfaatan jalan tol bagi pengguna,” tuturnya saat dihubungi SH, Senin (15/9) pagi.
Menurutnya, fakta selama ini, kenaikan tarif tol tidak sebanding kualitas layanan. Pertumbuhan pembangunan jalan tol yang relatif lambat juga tidak mampu mengimbangi pertumbuhan
kendaraan.
“Sebagai contoh, grafik kecepatan rata-rata semakin bertambah sehingga waktu tempuh kendaraan lebih efisien dari segi waktu. Lihat saja kecepatan rata-rata kendaraan yang melintasi tol dalam kota setiap hari, dari arah Jagorawi menuju Semanggi, padatnya luar biasa. Jarak tempuh bisa 2—3 jam,
sangat macet sekali,” ucapnya.
Tulus menyebutkan, sudah sejak lama pihaknya mengusulkan agar Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jalan direvisi agar tidak hanya berpihak kepada investor dan operator jalan tol. “Standar pelayanan minimum (SPM) pun harus ditingkatkan standarnya, tidak hanya itu-itu saja selama puluhan tahun. Masak tarif sudah naik, tetapi SPM tidak naik, malah turun standarnya,” tutur Tulus.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo akan menaikkan tarif 7,14—18,75 persen mulai Jumat mendatang, sejak pukul 00.00 WIB. Dengan kenaikan itu, PT Jasa Marga memperkirakan pendapatan perusahaan akan naik sekitar Rp100 juta per hari .
Pejabat PT Jasa Marga Tbk, Taruli M. Hutapea, mengatakan sampai Juli 2014 lalu lintas harian rata-rata (LHR) ruas tol sepanjang 14,3 kilometer (km) itu mencapai 204.000 kendaraan per hari, dengan pendapatan Rp1,1 miliar setiap hari. “Jumlah LHR ini masih sedikit di bawah target yang ditetapkan
perusahaan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, ruas Tol Sedyatmo ini menyumbang 6 persen dari seluruh ruas tol Jasa Marga. Sejauh ini, pendapatan keseluruhan perusahaan pelat merah ini dalam bisnis jalan tol mencapai Rp18 miliar per hari.
Para pakar menyarankan pemerintah, dalam hal ini PT Jasa Marga, untuk menunda penaikan tarif tol tersebut mengingat efek yang ditimbulkan penaikan tersebut akan sangat terasa bagi kalangan menengah ke bawah.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi / Pengamatan :
Kerajaan Hewan
Secara umum hewan di dunia ini diklasifikasikann menjadi beberapa kelompok. Pembagain ini disebut dengan kingdom mamalia atau kerajaan hewan. Klasifikasi ini membagi hewan ke dalam 5 kelompok hewan berdasarkan jenis – jenisnya. Lima kelompok besar hewan yang hidup di dunia ini adalah mamalia, aves, pisces, amphibi, insect, dan reptile.
Mamalia adalah kelompok hewan yang paling besar. Hewan – hewan pada kelompok ini dicirikan dengan memiliki kelenjar susu pada bagian tubuhnya. Hal ini dikarenakan hewan – hewan mamalia melahirkan dan menyusui anak – anaknya. Hewan – hewan yang termasuk mamlia adalah sapi, kerbau. harimau, dan lain – lain. Kebanyakan hewan mamalia tinggal di darat. Namun, ada beberapa mamalia yang tinggal di lautan seperti paus, dan lumba – lumba.
Kelompok hewan selanjunya adalah aves. Kelas aves adalah hewan yang memiliki bulu di sekujur tubuhnya. Hewan – hewan yang berada di kelas ini adalah burung, baik burung yang bisa terbang seperti burung elang, burung yang pandai berenang seperti penguin, dan burung yang tidak bisa terbang seperti merak dan ayam.
Kelompok hewan selanjutnya adalah reptile. Reptile adalah kelompok hewan yang melata, dan memiliki kulit yang sangat keras. Hewan reptile biasanya berkembang biak dengan bertelur dan berdarah dingin. Namun, ada juga sebagian yang melahirkan dan berdarah panas. Hewan – hewan yang masuk ke dalam jenis reptile ini adalah ular, buaya, kadal, dan lain – lain.
Pisces adalah kelompok hewan terbesar ke dua yang ada di muka bumi ini. Hewan – hewan yang berada di kelompok pisces adalah hewan – hewan yang berenang, yaitu ikan. Pisces memiliki kelompok yang sangat banyak, dimulai dari ikan yang tinggal di perairan laut maupun perairan darat.
Insect adalah sebutan untuk hewan – hewan serangga di dunia ini. Kelompok insect bernafas dengan menggunakan trakea. Hewan – hewan yang masuk ke dalam kelompok insect adalah nyamuk, kumbang, dan lain – lain.
Kelompok hewan yang terakhir adalah amphibi. Ampihibi adalah sebutan untuk hewan – hewan yang hidup di dua lingkungan, yaitu darat maupun perairan. Hewan – hewan yang berada di kelas ini biasanya bernafas melalui kulitnya sehingga kulitnya selalu tampak basah. Hewan amphibi contohnya adalah katak, salamander, dan lain – lain.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, hewan – hewan yang hidup di dunia ini ada dalam 5 kelompok besar, yaitu mamalia, pisces, insect, amphibi, aves, dan reptile.
Burung Merpati
Burung merpati adalah salah satu hewan tersukses di dunia, karena burung jenis ini ditemui di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Di daerah Boja, burung merpati hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Burung merpati termasuk burung berukuran sedang. Ukuran panjang burung ini antara 20 cm hingga 30 cm dan berat antara 700 gram hingga 900 gram. Bahkan di Desa Puguh pernah di  jumpai burung merpati dengan berat hingga hampir mencapai 1 kg. Burung merpati memiliki beragam jenis warna, antara lain coklat, putih, hitam, atau perpaduan dari beberapa warna tersebut.
Merpati memiliki semacam sensor dalam hidungnya yang di gunakan untuk mengenali bau rumahnya, inilah penyebab burung merpati dapat pulang kerumahnya setelah terbang jauh. Makanan burung ini adalah biji-bijian seprti, jagung, beras, kacang hijau, dan lain sebagainya. Bahkan di daerah Boja burung merpati biasa memakan gabah yang sedang di jemur oleh petani. Di Boja burung merpati tinggal di dalam sarang berbetuk balok dengan lubang persegi sebagai  pintunya. Sarang burung merpati sering di sebut pagupon. Pagupon biasanya ditempel di dinding rumah pemilik burung merpati. Burung ini adalah burung yang mudah dipelihara, tak heran di Boja sangat mudah di temui burung merpati.
Burung merpati juga dapat digunakan dalam perlombaan, misalnya balapan atau kontes kecantikan burung merpati. Namun yang sering dijumpai di Boja adalah belapan. Balapan biasanya dilakukan pada lintasan yang lurus atau diterbangkan dari jarak jauh. Dalam hal ini yang digunakan untuk balapan adalah merpati jantan, sedangkan merpati betina hanya untuk  pancingan saja. Burung merpati dapat mengenali pasanganya masing-masing, karena burung merpati termasuk burung yang setia terhadap satu pasanganya. Populasi burung merpati di Indonesia sangatlah besar, namun kebanyakan burung merpati di Indonesia adalah peliharaan. Keberadaan burung merpati liar sangatlah sedikit, mungkin hal ini karena berkurangnya habitat merpati karena pesatnya pembangunan. Burung merpati patut di lestarikan, agar anak cucu kita dapat melihat burung merpati secara langsung, bukan hanya cerita dari orang tuanya.

MATERI BAHASA INDONESIA: SURAT DINAS/RESMI DAN SURAT PRIBADI

CONTOH SURAT PRIBADI
 
Surat pribadi adalah bentuk komunikasi tulis (surat-menyurat) yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sebagai pribadi bukan sebagai wakil atau urusan yang berkaitan dengan kelembagaan/ kedinasan/ resmi. Di Indonesia, menulis surat pribadi sebenarnya lebih sulit karena perlu memperhatikan hal-hal di luar aturan kebahasaan bahasa Indonesia. Jika bahasa dalam surat resmi lebih baku dan jelas polanya maka tidak demikian dengan surat pribadi. Dalam surat pribadi ini, ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu tata etika atau sopan santun. Khususnya jika kamu menulis kepada orang yang lebih dewasa atau orang yang baru saja kamu kenal. Agar kamu mengetahui bagaimana surat pribadi, perhatikan surat pribadi di bawah ini.
1) Surat pribadi adalah bentuk komunikasi interaktif antara orang pertama (pengirim) dan orang kedua (penerima)
2) Surat pribadi berisi unsur tanggal surat, alamat surat, pembuka surat, pendahulua, isi, dan penutup surat, serta nama pengirim surat atau juga tanda tangan.
3) Isi surat pribadi berkaitan dengan masalah pribadi menanyakan kabar, keperluan pribadi, dan tujuan komunikasi pribadi yang lain
Adapun sistematika tersebut sebagai berikut :
  1. Tempat dan tanggal pembuatan surat, Contoh: Jakarta, 12 April 2011
  2. Tujuan/alamat surat, Contoh: Sahabatku Leona di Kota Gudeg Yogyakarta
  3. Salam pembuka, Contoh : Assalamu’alaikum Wr.Wb.,  Salam manis, Salam kangen.
  4. Pembuka surat/paragraf pembuka, Contoh: Hai, bagaimana keadaanmu sekarang? …
  5. Isi surat/paragraf isi,Contoh: Ternyata sudah tiga bulan aku pindah ke Bandung. …
  6. Penutup surat/paragraf penutup, Contoh: Nay, suratku sampai di sini dulu, ya. …
  7. Salam penutup, Contoh: Wassalamu’alaikum Wr.Wb., salam manis selalu, salam
  8. Nama pengirim dan tanda tangan, Contoh:Sahabatmu, Aisyah.
Selain memahami sistematika surat pribadi di atas, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam menulis surat pribadi, yaitu.
  • Dalam menulis tanggal surat, Anda harus mencantumkan nama kota tempat kamu menulis surat, tanggal, bulan, dan tahun menulis surat. Penulisan tempat dan tanggal surat ini diletakkan di sudut kanan atas.
  • Dalam menulis alamat surat, minimal Anda harus mencantumkan nama orang yang kamu tuju. Dapat juga diikuti nama kota tempat tinggalnya atau sebutan untuk kota tempat tinggalnya.
  • Dalam menulis pembuka surat/paragraf pembuka, Anda dapat menggunakan kata sapaan khusus, seperti halo, hai, temanku yang imut, kakakku yang ganteng.
  • Dalam menulis isi surat, Anda dapat menggunakan bahasa yang sesuai dengan keinginan, tetapi tetap memperhatikan etika dan santun berbahasa kepada orang yang dikirimi surat.
Contoh Surat Pribadi:
Tanjung, 09 September 2014
Untuk orangtuaku tercinta
di Yogyakarta
Assalammualaiku wr.wb
Apa kabar Pak, Bu? Mudah-mudahan dalam keadaan sehat wal afiat. Di sini ananda dan keluarga baik dan sehat juga.
Ananda sangat rindu kepada Bapak dan Ibu di Bogor. Kapan Bapak dan Ibu pulang ke Warukin? Tolong kabarkan jika Bapak dan Ibu akan pulang ke Warukin. Ananda dan keluarga di sini akan menunggu kedatangan Bapak dan Ibu.
Sekian dulu surat dari ananda. Ananda tunggu balasan surat dari Bapak dan Ibu.
Wassalamualaikum wr.wb.
Salam Rindu,
Shinta Bachua
Surat Dinas
Surat dinas adalah surat yang ditulis dalam situasi formal dan untuk kepentingan formal. Surat dinas ini dapat ditulis oleh pribadi atau atas nama suatu lembaga pemerintahan, perusahaan, atau organisasi yang ditujukan kepada lembaga. Isi dalam surat dinas bersifat resmi. Dalam menulis surat dinas, ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu penggunaan bahasanya. Bahasa yang digunakan pada surat dinas ini lebih mudah dibanding surat pribadi. Surat resmi tidak memerlukan bahasa yang “berbunga-bunga”. Bahasa surat resmi singkat dan jelas, serta berpola tetap.
Surat dinas berisi tentang keperluan kedinasan yang bersifat resmi. Sebelum kamu mengetahui contoh surat dinas yang baik, terlebih dahulu kamu harus mengetahui struktur surat dinas. Pada dasarnya struktur surat dinas tidak jauh berbeda dengan surat pribadi.
Struktur surat dinas
• Kop surat
• Nomor surat
• Tanggal surat
• Lampiran
• Perihal
• Alamat surat
• Salam pembuka
• Isi surat
• Paragraf penutup
• Nama dan tanda tangan pihak yang memperkuat surat
• Nama dan tanda tangan penulis surat
Surat dinas hanya boleh ditulis oleh sebuah instansi kepada instansi lain atau individu. Seseorang atas nama individu tidak diperbolehkan menulis surat dinas. Oleh sebab itulah, pada surat dinas ada kepala surat dan nomor surat. Isi surat dinas berkaitan dengan topik kedinasan. Misalnya, undangan rapat, permohonan maaf suatu instansi kepada orang/ instansi/ perusahaan, lamaran pekerjaan, surat permintaan izin tidak masuk, izin menggunakan tempat, dan sebagainya.


REFERENSI LAINNYA
Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk berkomuniasi secara pribadi, bersifat tidak resmi, dan berisi tentang masalah pribadi. Surat pribasi ditulis oleh seorang individu atau perseorangan untuk orang lain atau instansi lain. Oleh karena itu, bahasa dari surat pribadi bersifat pribadi, santai, mudah dipahami, dan komunikatif.


Surat pribadi yang dibuat dari seseorang untuk orang lain, misalnya surat bertukar kabar kepada kerabat. Sementara itu, contoh surat pribadi yang dikirim ke suatu instansi, misalnya surat izin tidak masuk sekolah karena suatu hal.
Jika bahasa dalam surat resmi lebih baku dan jelas polanya, maka tidak demikian dengan surat pribadi. Namun, dalam surat pribadi tetap ada hal yang perlu diperhatikan yaitu tata etika atau sopan santun. Khususnya jika kita menulis kepada orang lain yang lebih dewasa. Berikut adalah contoh dari surat pribadi.
surat pribadi.png
Surat pribadi di atas merupakan surat yang ditujukan dari seorang anak kepada orang tuanya. Seperti yang kita lihat pada contoh tersebut, bahasa yang digunakan dalam surat pribadi biasanya menggunakan bahasa percakapan sehari-hari.
unsur2 surat pribadi.png
Surat Resmi
Surat resmi biasa juga disebut dengan surat dinas. Surat dinas adalah surat yang dikirim oleh suatu instansi atau lembaga kepada perseorangan atau ke instansi lain yang berisi hal-hal kedinasan. Contoh dari surat dinas adalah surat undangan, surat jual beli, surat perjanjian, nota dinas, dan lain-lain.
Dalam menulis surat dinas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu penggunaan bahasanya. Namun, bahasa yang digunakan pada surat dinas ini lebih mudah dibanding surat pribadi. Surat resmi tidak memerlukan bahasa yang bertele-tele. Gaya bahasa dari surat resmi lebih singkat, jelas, dan berpola tetap.
unsur2 surat resmi.png
Surat resmi hanya dapat ditulis oleh sebuah instansi kepada instansi lain atau individu. Seseorang atau individu tidak boleh menulis surat dinas. Maka, pada surat dinas ada kepala surat dan nomor surat. Isi surat dinas berkaitan dengan topik kedinasan, misalnya undangan rapat, lamaran pekerjaan, izin menggunakan tempat, dan sebagainya.
surat resmi.png

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KELAS VII KURIKULUM 2013 (UNSUR-UNSUR BUKU FIKSI DAN NON FIKSI)

Literasi Buku Fiksi dan Non Fiksi
Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita atau kejadian yang tidak sebenarnya. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang berisikan kejadian sebenarnya yang disampaikan menurut pendapat/opini/kajian penulis.
Dengan kata lain, buku fiksi adalah buku yang di dalamnya berisi cerita rekaan atau khayalan. Sedangkan buku nonfiksi adalah buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.
Contoh buku fiksi yaitu buku cerita anak, dongeng, novel, cerita pendek (cerpen), fabel, dan komik.
Contoh buku nonfiksi yaitu buku pelajaran, buku ensiklopedia, esai, jurnal, dokumenter, biografi, dan laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, disertasi).
Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi
Unsur-unsur buku fiksi meliputi bagian:
  • Cover Buku
  • Rincian Sub Bab Buku
  • Judul Sub Bab
  • Tokoh dan Penokohan
  • Tema Cerita
  • Bahasa yang digunakan
  • Penyajian alur cerita
Sedangkan unsur-unsur buku nonfiksi meliputi bagian:
  • Cover Buku
  • Rincian Sub Bab Buku
  • Judul Sub Bab
  • Isi Buku
  • Cara menyajikan isi buku
  • Bahasa yang digunakan
  • Sistematika penulisan
Dalam hal kegiatan mengomentari buku fiksi dan nonfiksi, unsur-unsur yang tertera di atas merupakan acuan dasar. Boleh saja semua unsur dimasukkan ke dalam komentar, boleh juga hanya sebagian.
Cara membaca buku dengan SQ3R
Metode membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. Robinson pada Tahun 1941 di Universitas Ohio Amerika Serikat, telah mengembangkan sebuah teknik membaca yang dikenal dengan sebutan SQ3R. Teknik ini bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam berbagai pendekatan belajar. Menurut Soedarso (1988), SQ3R pada prinsipnya merupakan singkatan dari langkah-langkah mempelajari teks atau buku yang terdiri dari :
(1) Survey;
(2) Question;
(3) Read;
(4) Recite;
(5) Review1) S-Survey (memeriksa, meneliti atau mengidentifikasi seluruh teks).
Survey atau prabaca adalah teknik untuk mengenal bahan bacaan sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal susunan dari isi bahan bacaan yang akan dibaca dengan maksud untuk.
  • Mempercepat menangkap arti,
  • Mendapatkan abstrak,
  • Mengetahui ide-ide penting,
  • Melihat susunan bahan bacaan tersebut,
  • Mendapat minat perhatian yang saksama terhadap bacaan, dan
  • Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah.
Tindakan pertama yang perlu dilakukan dalam survey buku adalah memperhatikan judul buku dan mengajukan pertanyaan tentang topik yang terkandung di dalamnya. Lalu melihat nama penulis dan atributnya yang bisaanya memberikan petunjuk isi tulisan. Melihat aktualisasinya, dapat melihat tahun penerbitannya. Jika terdapat sampul bagian belakang, sebaiknya perlu dibaca karena memuat pesan penerbit mengenai hal penting dari buku. Tahap berikutnya adalah dengan menelusuri daftar isi, membaca pengantar, melihat tabel, grafik, apendiks dan menelusuri indeks.
2) Q-Question (menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks)
Bersamaan pada saat survey, pembaca mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan itu, dengan mengubah judul dan subjudul serta sub dari subjudul menjadi suatu pertanyaan. Kata-kata yang digunakan adalah siapa, apa, kapan, dimana, atau mengapa.
3) R-Read (membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun)
Pada tahap ini, pembaca membaca teks tersebut bagian demi bagian, lalu mencari jawaban atas pertanyaan yang dibentuk berdasarkan judul-judul bagian atau pertanyaan lain yang muncul sehubungan dengan topik bacaan itu dengan mengkonsentrasikan pada penguasaan ide pokok serta detail yang penting, yaitu mendukung ide pokok, memperlambat cara membaca di bagian-bagian penting atau yang dianggap sulit dan mempercepat kembali pada bagian yang tidak penting atau yang telah diketahui.
4) R-Recite atau Recall (menjawab dan menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan)
Dalam tahap ini pembaca berhenti sejenak setiap selesai membaca suatu bagian dan mencoba menjawab pertanyaan bagian itu atau menyebutkan hal-hal penting dari bab itu. Pada kesempatan itu, pembaca juga dapat membuat catatan seperlunya.
5) R-Review (meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan yang tersusun pada langkah kedua dan ketiga)
Salah satu bentuk review adalah dengan membaca ulang untuk menelusuri kembali judul-judul dan subjudul, jawaban atas pertanyaan, serta bagian penting lainnya dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu untuk diingat kembali. Membaca ulang dalam tahap ini bukan berarti membaca ulang seluruh bahan bacaan yang telah dibaca sebelumnya melainkan membaca ulang sebagian bahan bacaan saja. membantu daya ingat dan memperjelas pemahaman juga untuk mendapatkan hal-hal penting yang terlewatkan.
Tahapan-Tahapan Metode Membaca SQ3R
  • Survey – Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan survey bab adalah dengan mengamati subjudul-subjudul dan kaitannya, mengamati grafik, peta dan lain-lain. Lalu dengan memperhatikan: (a) Paragraf pertama dan akhir (ide pokok paragraf), (b) Ringkasan (Ikhtisar atau ringkasan tentang bab yang terletak di bagian tersendiri yaitu mendahului bab itu), (c) Sub judul (untuk mengetahui hubungan bagian-bagian isi buku itu).
  • Question – Maksud dari tahap question ialah pembaca mengajukan pertanyaan yang belum di mengerti setelah melakukan tahap survey selesai, tahap question dapat membantu pembaca yang kurang aktif dalam lingkungan kelas.
  • Read – Pada tahap membaca ini ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) tidak diperlukan membuat catatan-catatan karena akan memperlambat dalam membaca. Selain itu juga, catatan itu bisa jadi hanya kutipan kata-kata penulisnya saja. (2) tidak perlu membuat tanda-tanda seperti garis bawah pada kata maupun frase tertentu, karena ada kemungkinan kesalahan dalam memilih kata yang digarisbawahi, dan untuk menghindari bahan bacaan penuh dengan coretan tak berarti. Pada tahap read ini pembaca membaca semua materi pokok bahasan lingkaran, guna untuk mencari jawaban tahap yang ke dua yaitu tahap question. Membaca teliti materi lingkaran (serupa dengan tahap read).
  • Recite and Recall – Pada tahap ini pembaca melatih diri dan berusaha tidak membuka kembali bahan bacaan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang telah diajukan. Jika sebuah atau beberapa pertanyaan tidak terjawab, pembaca menjawab pertanyaan berikutnya hingga seluruh pertanyaan terjawab. Waktu untuk tahap ini adalah setengah dari waktu untuk membaca.
  • Review – Membaca dengan menggunakan SQ3R dianggap lebih memuaskan, karena dengan teknik ini dapat mendorong seseorang untuk lebih memahami apa yang dibacanya, terarah pada intisari atau kandungan-kandungan pokok yang tersirat dan tersurat dalam suatu buku atau teks. Selain itu, langkah-langkah yang ditempuh dalam teknik ini tampaknya sudah menggambarkan prosedur ilmiah, sehingga diharapkan setiap informasi yang dipelajari dapat tersimpan dengan baik dalam sistem memori jangka panjang seseorang. Kegiatan pembelajaran dengan metode SQ3R, pembaca dilatih untuk menceritakan/mengutarakan kembali dengan kata-kata sendiri. Tetapi metode SQ3R memerlukan waktu yang cukup lama karena memiliki tahapan membaca yang sistematis.
Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Membaca SQ3R
Survey (menyelidiki)
Pada tahap survey pembelajar memperhatikan judul dan rangkuman bab untuk menemukan persoalan dari bab tersebut. Hal itu untuk member kerangka berpikir yang bisa digunakan untuk mengatur bahan yang dibaca.Sebelum melanjutkan langkah berikutnya, pastikan bahwa pembelajar mengerti tujuan bab itu dan apa yang hendak diajarkan. Sebaiknya penyelidikan dilakukan tidak memakan waktu lebih dari satu menit. Mengenai gambaran pokok-pokok yang akan dipelajari maka para pembelajar dapat dengan lebih cepat dan juga bisa menghubungkan pokok-pokok satu sama lain dengan baik.
Question (bertanya)
Merumuskan pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan untuk meningkatkan keingintahuan dan mengubah pembacaan para pembelajar menjadi tugas yang bertujuan menjawab tugas tersebut. Maksud dari tahap question ialah pembaca mengajukan pertanyaan yang belum di mengerti setelah melakukan tahap survey selesai, tahap question dapat membantu pembaca yang kurang aktif dalam lingkungan kelas.
Read (Membaca)
Membaca keseluruhan dari teks yang dipelajari untuk mencari jawaban dari tahap sebelumnya. Pembelajar harus menggali bahan, aktif mencari hal-hal yang penting. Kunci tipe pembaca adalah selektif. Perhatian dipusatkan pada bahan yang paling penting. Membaca hendaknya tidak merupakan suatu perbuatan yang pasif, melainkan berupa perbuatan aktif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Recite (menceritakan kembali)
Setelah melakukan tahapan membaca, maka tutuplah buku dan ceritakan kembali jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan. Gunakan kata-kata sendiri. Jawablah semua pertanyaan-pertanyaan yang telah ditulis dengan beberapa kata kunci. Buatlah catatan tersebut sesingkat mungkin. Langkah ini sangat penting bagi “pemasukan” bahan tersebut ke dalam otak.
Review (mengulang kembali)
Setelah menyelesaikan seluruh tahapan maka ulangi semua pertanyaan tersebut sekali lagi dan jawablah dengan kata-kata sendiri. Mengulang ini menolong agar tidak cepat lupa, yaitu lupa apa yang baru saja dipelajari. Setelah itu ulangi bahan tersebut secara berkala.
Cara membuat rangkuman
langkah-langkah (cara) yang dilakukan dalam membuat rangkuman buku fiksi maupun nonfiksi adalah sebagai berikut:
1. Membaca teks asli atau mendengarkan naskah yang dibacakan.
Dengan membaca maka kita akan mengetaui informasi yang ada di dalamnya. Dalam merangkum, membaca adalah kegiata pokok utama yang harus dilakukan sebelum membuat rangkuman.
Hal ini akan memudahkan kita untuk mengingat, memahami, dan mengerti akan isi naskah. Sehingga akan mempermudah ketika membuat rangkuman.
2. Tentukan ide pokok pada tiap paragraf.
Pada tahap kedua, setelah membaca teks atau mendengarkan isi teks, selanjutnya ialah menentukan gagasan atau ide poko para tiap-tiap paragraf (naskah teks) atau menentukan isi pokok dari naskah yang dibacakan.
Setelah memperoleh ide pokok, rangkuman dapat dibuat dengan mengembangkan ide pokok dengan bahasa sendiri (bahasa yang lebih sederhana) dibanding dengan teks. (biasanya buku-buku teks pelajaran menggunakan bahasa yang sulit dipahami).
3. Menulis rangkuman.
Setelah memahami isi teks dan menentukan ide pokok, langkah selanjutnya ialah membuat rangkuman. Ingat, rangkuman adalah ringasan, tulislah yang menjadi teks pokok yang memang harus ditulis (ide pokok).
Pengembangan seperti pada langkah kedua dapat dilakukan untuk memperjelas ide pokok. Rangkuman disusun secara kronologis.
4. Membaca kembali rangkuman yang telah dibuat.
Setelah selesai membuat rangkuman, maka bacalah kembali rangkuman yang telah dibuat. hal ini untuk mengantisipasi adanya ide pokok atau informasi penting lainnya yang belum ditulis.
Hubungan Antar Unsur Buku Fiksi / Non Fiksi
Dengan mengamati setiap unsur yang yang terkandung di dalam buku fiksi dan nonfiksi, kita dapat menyimpulkan bahwa sebagian unsur memiliki kesamaan dan sebagian yang lain berbeda. Unsur yang sama-sama dimiliki baik buku fiksi maupun buku nonfiksi yaitu:
 
  • Sampul / Cover
  • Sub Bab
  • Judul Sub Bab
Dalam hal perbedaan, buku nonfiksi memiliki isi yang ilmiah/aktual/faktual, disajikan dengan bahasa baku, dan memiliki sistematika penulisan standar. Sedangkan buku fiksi memiliki tokoh dan penokohan sebagai pelaku cerita, didukung dengan tema, disajikan dengan bahasa variatif (biasanya tidak baku), dan dilengkapi dengan alur cerita yang beraneka ragam.
Contoh Penyusunan Tanggapan
Pertama, membaca buku. Siswa, mahasiswa, atau siapa pun yang berkecimpung dalam menyusun tanggapan buku sebaiknya telah membaca seluruh isi buku dengan penuh ketelitian dan kecermatan sehingga mudah untuk menangkap makna yang terkandung di dalam buku tersebut. Hal ini menjadi pondasi utama sebelum melakukan proses selanjutnya. Melalui tahapan ini pula, pembentukan kerangka berpikir dimulai dan topik-topik yang menjadi perhatian telah tergambar secara garis besar di dalam memori. Oleh karena itu, seorang penyusun tanggapan buku atau resensi membutuhkan waktu yang cukup untuk benar-benar menyatu dengan isi buku seolah-olah telah hadir dalam ritme kata demi kata dan lembar demi lembar pada buku yang dibaca.
Kedua, menentukan unsur-unsur tanggapan buku. Di bagian ini, seorang penyusun tanggapan buku perlu memutuskan unsur-unsur buku yang akan dijadikan acuan tanggapan meliputi meliputi kelebihan/keunggulan buku, kelemahan/kekurangan buku, gaya bahasa, struktur kalimat, ejaan, diksi (pilihan kata), dan ilustrasi. Setelah itu, membuat anotasi (catatan kecil) berupa poin-poin inti di setiap unsur buku. Kemudian, mengembangkan seluruh poin-poin anotasi menjadi paragraf lengkap yang utuh dengan memperhatikan kohesi dan koherensi bahasa yang digunakan.
Ketiga, melakukan penyuntingan. Setelah seluruh tanggapan selesai disusun, maka proses penyuntingan dapat dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memeriksa kembali kesempurnaan penulisan. Tentu dipahami bahwa tiada manusia yang benar-benar sempurna, begitu juga seorang pemberi tanggapan. Oleh karena itu, melalui kegiatan penyuntingan, segala kelemahan dalam penulisan dapat diperbaiki dan diedit sebaik mungkin sebagai tahapan finalisasi. Untuk hasil yang lebih baik, boleh juga meminta bantuan editing dari seorang ahli. Seorang penulis buku bahkan tidak jarang meminta penulis-penulis lain atau pembacanya sendiri untuk memberi tanggapan objektif terhadap karya yang dibuatnya. Hasilnya, berawal dari sebuah buku tercipta sebuah karya baru berupa buku tanggapan yang bernilai jual.
Sebagai penutup, perlu diketahui bahwa tanggapan buku merupakan bagian terpenting dari resensi. Sedangkan resensi bersama dengan kritik sastra, esai, dan ringkasan termaktub sebagai hal yang dapat dilakukan untuk menilai keunggulan dan kelemahan karya sastra. Pembahasan lengkap untuk materi ini akan dibahas pada tulisan berikutnya.
Langkah Menyusun Tanggapan terhadap Buku yang dibaca
1. Jenis Buku
Jenis/bentuk buku itu apakah roman, novel, biografi, atau yang lain. Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.
2. Keaslian Ide
Buku itu apakah benar-benar merupakan karya asli dari pengarangnya atau merupakan jiplakan dari buku lain yang pernah terbit.
3. Bentuk
Bagaimana mengenai bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf yang dipakai, dan sebagainya.
4. Isi dan Bahasa
Dilihat dari segi isi, resentator perlu memperhatikan unsur-unsur intrinsiknya, yaitu tentang tema, alur, perwatakan, sudut pandang dan sebagainya.
Bahasa dalam buku itu dapat ditinjau dari segi struktur kalimat, gaya bahasa/style, ungkapan dan lain-lain. Apakah bahasa yang digunakan memakai bahasa sehari-hari yang segar tidak menjemukan, mudah dimengerti oleh pembaca, dan sebagainya. Mudah dipahami atau sukar diterima pembaca. Pengujian materi mendapat perhatian juga dari resentator.
5. Simpulan
Akhirnya seorang penulis resensi harus dapat menyimpulkan, apakah buku itu baik dan perlu dibaca atau tidak.
  • menulis data buku yang dibaca,
  • menulis ikhtisar isi buku,
  • mendaftar butir-butir yang merupakan kelebihan dan kekurangan buku,
  • menuliskan pendapat pribadi sebagai tanggapan atau isi buku, dan
  • memadukan ikhtisar dan tanggapan pribadi ke dalam tulisan yang utuh.
Sebuah resensi harus memuat hal-hal sebagai berikut :
1. Data buku atau identitas buku
a. Judul buku
Jika buku yang akan kamu resensi adalah buku terjemahan, akan
lebih baik jika kamu menuliskan judul asli buku tersebut.
b. Penulis atau pengarang
Jika buku yang diresensi adalah buku terjemahan, kamu harus
menyebutkan penulis buku asli dan penerjemah.
c. Nama penerbit
d. Cetakan dan tahun terbit
e. Tebal buku dan jumlah halaman
2. Judul Resensi
Judul resensi boleh sama dengan judul buku, tetapi tetap dalam konteks buku itu.
3. Ikhtisar Isi Buku
Dalam meresensi buku, seorang peresensi harus menulis buku yang hendak diresensi. Ikhtisar adalah bentuk singkat dari suatu karangan atau rangkuman. Ikhtisar merupakan bentuk singkat karangan yang tidak mempertahankan urutan karangan atau buku asli, sedangkan ringkasan harus sesuai dengan urutan karangan atau buku aslinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat ikhtisar isi buku adalah sebagai berikut.
a. Membaca naskah/buku asli
Penulis ikhtisar harus membaca buku asli secara keseluruhan untuk
mengetahui gambaran umum, maksud, dan sudut pandang pengarang.
b. Mencatat gagasan pokok dan isi pokok setiap bab
c. Membuat reproduksi atau menulis kembali gagasan yang dianggap
penting ke dalam karangan singkat yang mempunyai satu kesatuan yang padu.
4. Kelebihan dan Kekurangan Buku
Penulis resensi harus memberikan penilaian mengenai kelebihan dan kelemahan buku yang disertai dengan ulasan secara objektif.
5. Kesimpulan
Penulis resensi harus mengemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.
Incoming search terms :
Download Materi Bahasa Indonesia Buku Fiksi dan Nonfiksi SMP/MTs/SMA/SMK Kelas 9 IX Pertemuan 5, Materi Bahasa Indonesia Buku Fiksi dan Nonfiksi, Silabus Bahasa Indonesia SMP/MTs/SMA/SMK Semester 2 Kurikulum 2013, Silabus SMP/MTs/SMA/SMK Kurikulum 2013 Revisi 2016 Terbaru, Soal Latihan Bahasa Indonesia Buku Fiksi dan Nonfiksi.

BAHAN MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 KELAS VII (TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI)

PERTEMUAN PERTAMA

 

 

A. DEFINISI/PENGERTIAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Observasi : Pengamatan
Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
Masih belum paham ?
Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada.
Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai peristiwa yang terjadi di dunia ini.

B. APA TUJUAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?

Tujuan teks LHO adalah untuk menyampaikan informasi tentang klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu secara apa adanya sesuai kriteria tertentu sebagai hasil pengamatan (secara sistematis dan objektif) serta untuk memecahkan suatu persoalan berupa hipotesis hasil pengamatan.
Adapun tujuan lainnya yaitu :
  • Untuk mengatasi suatu persoalan.
  • Untuk menemukan teknik atau cara terbaru.
  • Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.
  • Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
  • Untuk mengetahui perkembangan suatu permasalahan.

C. APA FUNGSI DARI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI ?

  1. Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
  2. Sebagai sumber informasi terpercaya.
  3. Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
  4. Sarana untuk pendokumentasian.

D. APA BEDANYA ANTARA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN TEKS DESKRIPSI ?

Keduanya memang sama-sama menyampaikan informasi sesuai fakta, tapi letak perbedaannya ada pada sifatnya yaitu :
  • Teks Laporan Hasil Observasi  : bersifat universal yang di dalamnya ada klasifikasi dan fakta deskripsi.
  • Teks Deskripsi : bersifat unik dan individual yang di dalamnya ada deskripsi spesifik.

E. STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DAN PENJELASANNYA


#1. Pernyataan Umum/Klasifikasi 
Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan.
Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti : benda, tumbuhan, lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya.
Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.

#2. Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan
Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan.
Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya.

F. CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  2. Bersifat objektif, global dan/atau universal.
  3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
  4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
  7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
  8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
  9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
  10. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis.
  11. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.
  12. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis.

G. CIRI/KAIDAH KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

#1. Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
#2. Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).
#3. Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
#4. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan :
  • Tambahan : dan, serta
  • Perbedaan : berbeda dengan
  • Persamaan : sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama
  • Pertentangan : sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik
  • Pilihan : atau
#5. Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
#6. Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

H. SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  • Bersifat Informatif.
  • Bersifat Komunikatif.
  • Bersifat Objektif.

I. SYARAT/KRITERIA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI YANG IDEAL, BAIK DAN BENAR

  • Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
  • Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup.
  • Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
  • Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta).

J. LANGKAH MEMPRODUKSI/MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah)
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.

CONTOH TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan Alam
 
Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat bersumber dari alam, manusia, konsumsi, nuklir, industri, dan pertambangan. Sampah di bumi akan terus bertambah selama masih ada kegiatan yang dilakukan oleh baik alam maupun manusia. Sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari. Sampah dapat dibedakan berdasarkan sifat dan bentuknya. Berdasarkan sifatnya, sampah bibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat diuraikan atau
degradable
 
Contoh sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau
undegradable
Contoh sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, kayu, kaca, kaleng, dan sebagainya. Sampah anorganik didaur ulang oleh home industry untuk mengurangi jumlah sampah serta dijadikan sebagai peluang usaha. Berdasarkan bentuknya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah padat, cair, alam, konsumsi, manusia dan radioaktif.
Sampah padat adalah sampah yang berwujud padat. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Sampah organik dan anorganik termasuk sampah padat. Sampah ini dapat dibedakan berdasarkan kemampuan diurai oleh alam atau biodegrability menjadi sampah padat biodegradable (sampah yang dapat diuraikan oleh proses biologi) dan sampah padat non-biodegradable (tidak dapat diuraikan oleh suatu proses biologi. Sampah padat non-biodegradable ada dua jenis yaitu recyclable (dapat diolah kembali) dan non-recyclable (tidak dapat diolah kembali).
Sampah Cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan lagi seperti limbah. Limbah adalah sampah cair yang dihasikan dari aktivitas industri. Limbah dapat dibagi menjadi dua yaitu limbah hitam dan limbah rumah tangga. Limbah hitan adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya yang berasal dari toilet, sedangkan limbah rumah tangga adalah sampah cair yang dihasiklan dari dapur, kamar mandi, dan tempat cucian.
Sampah alam merupakan sampah yang diproduksi oleh alam dan diuraikan melalui proses daur ulang alami. Contoh dari sampah alam adalah daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Sampah manusia adalah istilah yang digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana perkembangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh kegiatan konsumsi manusia dan dibuang ke tempat sampah. Jumlah sampah konsumsi sampai sekarang tidak melebihi jumlah sampah industri. Limbah radioaktif adalah sampah nuklir yang merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium. Limbah radioaktif berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Minuman (Benda)


Jenis – Jenis Minuman

Minuman adalah segala sesuatu yang dapat di konsumsi dan dapat menghilangkan rasa haus, biasanya berbentuk cair. Minuman dapat dibedakan berdasarkan khasiatnya sebagai obat atau tidak, penggunaan pewarna, dan produksi yang menghasilkan minuman tersebut.
Minuman ada yang berkhasiat bagi tubuh, ada juga yang hanya sebagai penghilang rasa haus. Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat sendiri, bisa dibuat dari sayuran dan buah – buahan yang di blender dan menghasilkan jus. Jus banyak mengandung vitamin dan serat yang baik untuk kesehatan, dan bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Minuman yang hanya menghilangkan rasa haus juga banyak beredar, seperti air putih dalam kemasan yang diminum dalam keadaan haus atau minuman kemasan  yang tidak mengandung vitamin dan serat.
Minuman banyak warnanya, pewarna yang digunakan ada yang alami ada juga yang buatan. Pewarna alami adalah pewarna yang mengandalkan bahan – bahan yang tersedia di alam, seperti kunyit yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang berkhasiat bagi tubuh, contohnya digunakan pada jamu. Pewarna buatan adalah pewarna yang terbuat dari bahan kimia ataupun bahan alami yang diproses secara kimiawi, seperti pewarna tartrazin yang menghasilkan warna kuning. Biasanya digunakan untuk minuman yang di produksi secara massal di pabrik, contohnya minuman – minuman yang di jual di supermarket.
Minuman yang beredar, ada yang di produksi secara massal di pabrik ada juga yang di buat di industri rumahan. Minuman produksi pabrik jika dilihat dari tampilannya, kemasan yang digunakan lebih menarik, terdapat nama pabrik dan kode produksinya, terdapat tanggal kadaluarsa, dan terdapat bar kode untuk penjualan di supermarket. Sedangkan minuman produksi rumahan, kemasan yang digunakan sederhana, tidak ada bar kode yang digunakan untuk penjualan di supermarket, dan jarang mencantumkan tanggal kadaluarsa pada kemasannya.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan Sekolah


SMPN 28 Bandar Lampung
SMPN 28 Bandar Lampung merupakan sekolah menengah yang terletak di jalan Bukit Kemiling Permai kelurahan Kemiling Permai kecamatan Kemiling kelurahan Kemiling Permai Bandar Lampung. Dalam area lingkungan SMPN 28 Bandar lampung terdiri dari 2 jenis lingkungan. Diantaranya yakni lingkungan hidup / benda hidup (biotik) dan lingkungan tidak hidup / benda mati (abiotik). Lingkungan benda hidup terdiri dari tanaman-tanaman hias dan pohon-pohon besar. Sedangkan lingkungan benda mati terdiri atas peralatan belajar, gedung sekolah, dan property sekolah.
Lingkungan benda hidup mulai dari halaman depan sekolah dan taman-taman kecil di depan kelas ditumbuhi dengan rumput hijau serta tanaman-tanaman hias. Tanaman hias juga terdapat di ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang-ruang kelas siswa.Tanaman hias di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung beragam jenisnya diantaranya yakni bunga mawar, bunga anggrek, bunga lily, bunga Bougenville, bunga Asoka, bunga Kembang sepatu, bunga kemuning, bunga kenanga, bunga Alamanda, dan bunga amarilis.
Dari jenis pepohonan yang ada di lingkungan SMPN 28 Bandar Lampung diantaranya yakni pohon mangga, pohon bambu jepang berukuran kecil, bambu kuning, beringin, beringin karet, beringin putih, pohon cemara, pohon asam jawa, dan pohon jeruk. Di halaman belakang ruang kelas terdapat sisa pekarangan kecil yang dimanfaatkan untuk menanam beberapa tumbuhan perkebunan seperti pohon singkong dan jagung. Selain digunakan untuk keperluan praktikum Biologi, hasilnya juga bisa dikonsumsi bersama-sama pada saat kegiatan eskul seperti pramuka dan lain-lain. Di sebelah kebun terdapat kolam kecil berisikan ikan mas dan gurame. Ada juga kandang kecil tempat memelihara kelinci dan marmut.
Berikutnya lingkungan benda mati berupa gedung sekolah yang terdiri dari ruang guru, ruang Tata Usaha, ruang kelas siswa, perpustakaan,mushala, ruang UKS, koperasi, gedung serba guna, gudang, dan kamar mardi. Selanjutnya peralatan sekolah seperti meja, kusi, papan tulis, lemari buku, penggaris besar, globe, layar LCD proyektor, dan lain-lain. Berikutnya ada juga peralatan olah raga seperti bola basket, bola tenis, bola voli, jaring voli, jaring bulu tangkis, jaring tenis meja, dan jaring tenis bola. Lapangan terdiri dari lapangan upacara, lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan tenis. Ada juga kolam renang kecil untuk praktek berenang.

BAHAN AJAR MATERI BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 SMP KELAS VII (3.5 TEKS PROSEDUR)

Bahasa Indonesia : Teks Prosedur meliputi Pengertian, Tujuan, Macam-macam, Ciri-ciri , dan Contoh Teks Prosedur


PERTEMUAN PERTAMA
  1. Pengertian Teks Prosedur
Teks Prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan.
  1. Tujuan Teks Prosedur
Tujuan penulisan Teks Prosedur adalah untuk Membantu pembaca atau pendengar untuk memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat.
  1. Ciri-ciri Teks Prosedur
  2. Menggunakan pola kalimat perintah (imperatif)
    b. Menggunakan kata kerja aktif
    c. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan
    d. Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rinci waktu, tempat, dan cara yang akurat.
  3. Macam–macam Teks prosedur:
  4. Teks Prosedur Sederhana
Prosedur yang dapat ditempuh hanya dengan dua atau tiga langkah saja. Contoh: Prosedur mengoperasikan setrika.
  1. Teks prosedur Kompleks (Klik untuk membaca selengkapnya)
Prosedur yang terdiri atas banyak langkah dan langkah langkah tersebut berjenjang dengan sublangkah pada setiap langkahnya.  Contoh: Prosedur tentang terkena tilang.
  1. Protokol
Prosedur yang langkah-langkahnya tidak terlalu ketat/rumit dan mudah dipahami.
  1. Macam– macam kalimat dalam Teks Prosedur 
  2. Kalimat Imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah. Fungsinya adalah untuk meminta atau melarang seseorang unruk melakukan sesuatu.
  3. Kalimat Deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu .
  4. Kalimat Interogatif adalah kalimat yaang berisi pertanyaan. Fungsinya adalah untuk meminta informasi tentang sesuatu.
  5. Contoh Teks Prosedur
Contoh Teks Prosedur (1)
APA  YANG  HARUS  ANDA  LAKUKAN  JIKA  TERKENA  TILANG?
1      Di Indonesia banyak pengendara kendaraan bermotor. Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak berwajib akan menilangnya. Pengendara kendaraan bermotor perlu mengetahui prosedur penilangan. Berikut ini hal yang harus Anda perhatikan ketika dikenakan surat bukti pelanggaran berlalu lintas. Dengan memperhatikan hal ini, ketika melakukan pelanggaran, Anda tidak akan dirugikan dan akan mendapat sanksi sesuai dengan peraturan. 41 Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik
2      Pertama, kenali si petugas. Cobalah mengenali nama dan pangkat polisi yang tercantum di pakaian seragamnya. Mereka mempunyai kewajiban menunjukkan tanda pengenal. Nama dan pangkat polisi menjadi penting apabila polisi bertindak  di luar prosedur. Jangan hentikan kendaraan Anda jika ada orang berpakaian preman mengaku sebagai polisi lalu lintas (polantas)!
3   Kedua, pahami kesalahan Anda. Tanyakanlah apa kesalahan Anda, pasal berapa yang dilanggar, dan berapa    dendanya. Sebagai pembimbing masyarakat, polisi harus menjelaskan kesalahan pengendara agar kesalahan tersebut tidak terulang  kembali. Alasan pelanggaran dan besarnya denda juga harus berdasarkan hukum yang berlaku.
  1. Ketiga, pastikan tuduhan pelanggaran.
Pengendara sudah selayaknya mengecek tuduhan pelanggaran polisi tersebut, benar atau tidak. Jika polisi menyatakan Anda dilarang belok ke kiri karena ada tanda dilarang belok kiri, Anda harus yakin bahwa tanda tersebut benar-benar ada.
5  Keempat, jangan serahkan kendaraan atau STNK (surat tanda nomor kendaraan) begitu saja. Polisi tidak  berhak menyita kendaraan bermotor atau STNK, kecuali kendaraan bermotor itu diduga hasil tindak pidana, pelanggaran itu mengakibatkan kematian, pengemudi tidak dapat menunjukkan STNK, atau pengemudi tidak dapat menunjukkan SIM. Jadi, utamakanlah SIM (surat izin mengemudi) sebagai surat yang ditahan oleh polantas!
6     Kelima, terima atau tolak tuduhan. Setiap pengemudi mempunyai dua alternatif terhadap tuduhan pelanggaran yang diajukan polantas, yaitu menerima atau menolak tuduhan tersebut. Apabila menerima tuduhan, Anda harus bersedia membayar denda ke bank. Anda akan diberi surat tilang berwarna biru. Tanda tanganilah surat bukti pelanggaran berlalu lintas itu. Di baliknya terdapat bukti penyerahan surat atau kendaraan yang dititipkan. Surat atau kendaraan yang ditahan dapat diambil jika Anda dapat menunjukkan bukti pembayaran denda. Jika menolak tuduhan, katakan keberatan Anda dengan sopan. Anda akan diberi surat bukti pelanggaran berlalu lintas berwarna merah sebagai undangan untuk mengikuti sidang. Penentuan hari sidang memerlukan waktu 5–12 hari. Barang sitaan baru dapat dikembalikan kepada pelanggar setelah ada keputusan hakim.
(Diadaptasi dari sumber samsat dan kepolisian)
Contoh Teks Prosedur (2) 
Cara Membuat Botol Kaca
  1. Kaca untuk botol dibuat dari pasir, batu gamping, dan abu soda dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut.
  2. Pertama, ketiga bahan tersebut dicampur secara proporsional.
  3. Kadang-kadang pecahan-pecahan kaca ditambahkan.
  4. Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi.
  1. Lalu, adonan kaca diproduksi.

  1. Setelah itu, campuran adonan itu dibentuk menjadi botol dengan cetakan.
  2. Selanjutnya, untuk memperkuat kaca botol-botol tersebut, botol-botol itu dipanaskan kembali, lalu didinginkan.
  3. Akhirnya, botol-botol itu siap digunakan

PERTEMUAN KEDUA
Teks prosedur kompleks sendiri merupakan sebuah teks yang berisikan langkah-langkah atau tahap-tahap untuk melakukan suatu hal baik melakukan kegiatan tertentu ataupun membuat sesuatu yang disajikan dengan urutan-urutan tertentu.

Tujuan Teks Prosedur Kompleks
Tujuan dari teks prosedur kompleks adalah untuk memperoleh hasil akhir yang akan dicapai.


Struktur Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur sendiri memiliki tiga struktur dalam pembentukannya. Dalam hal ini ketiga struktur tersebut adalah bagian tujuan, bagian material, dan bagian langkah-langkah. Untuk mengetahui penjelasan dari setiap struktur tersebut kalian bisa simak langsung berikut ini.
  • Bagian Tujuan, bagian tujuan dari teks prosedur dapat berupa judul dan juga berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebut atau hasil akhir yang akan di capai jika kita melakukan tahapan pada teks prosedur tersebut.
  • Bagian material, berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan, namun tidak tidak semua teks prosedur terdapat bagian ini. Pada umumnya penggunaan bagian material terdapat pada teks prosedur tentang pembuatan suatu hal seperti makanan dan sebagainya.
  • Bagian langkah-langkah, bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Pada bagian ini setiap langkah harus dilakukan secara urut tidak boleh secara acak dalam melakukannya.
Kaidah Kebahasan Teks Prosedur Kompleks

Seperti teks lainnya teks prosedur juga memiliki ciri kaidah kebahasaan sendiri sebagai berikut.
  1. Konjungsi temporal, Pada teks prosedur akan banyak sekali dijumpai kata konjungsi temporal atau kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan berisifat kronologis seperti selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.
  2. Kata kerja imperatif atau kata perintah, dalam teks ini juga akan banyak dijumpai perintah-perintah dan larangan yang harus ditaati dalam pelaksanaan teks prosedur.
  3. Verba material dan tingkah laku, verba material merupakan sesuatu yang mangacu pada tindakan fisik seperti potong ikan, haluskan bumbu dan lain-lain. Sedangkan verba tingkah laku merupakan tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.
  4. Partisipan manusia, merupakan semua manusia yang ikut serta dalam teks prosedur tersebut.
  5. Terdapat bilangan sebagai penanda urutan.
  6. Terdapat kalimat introgatif atau kalimat yang berisikan pertanyaan.
  7. Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat yang berisikan pernyataan.
Contoh Teks Prosedur Kompleks
Dibawah ini merupakan contoh-contoh dari teks prosedur.
Teks Prosedur 1 : Cara Membuat Nasi Goreng Kepepet
Di bawah ini merupakan cara untuk membuat nasi goreng kepepet. Sesuai dengan namanya Nasi Goreng Kepepet yang berarti nasi goreng yang di buat pada keadaan kepepet serta bahan seadanya. Untuk kalian yang ingin mencoba membuat nasi goreng ini kalian bisa siapkan bahan-bahan dan ikuti langkah-langkah sebagai berikut.
Bahan-bahan:
  • Sepiring nasi
  • 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih, Daun bawang (onclang), Tomat, Cabe rawit, Bawang Goreng, Telur ayam.
  • Kecap manis, 1 sendok teh garam, kaldu bubuk
Langkah-langkah membuat:
  1. Iris tomat, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
  2. Tumis bawang merah dan putih hingga harum lalu masukan irisan daun bawang.
  3. Lalu masukan nasi serta irisan tomat.
  4. Lalu masukan telur, kaldu bubuk, kecap manis serta garam secukupnya. Aduk hingga merata.
  5. Setelah merata dan kecap kering, nasi goreng kepepet siap disajikan.
Teks Prosedur 2 : Cara Menghidupkan Komputer Yang Benar

Dijaman yang serba maju ini, komputer sudah menjadi salah satu barang yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu untuk keperluan kerja, sekolah, ataupun hiburan. Dalam pengoprasian komputer kita memerlukan prosedur dalam penggunaannya. Mulai dari menghidupkan komputer sampai dengan mematikan komputer itu sendiri. Bagi kalian yang ingin tahu tata cara untuk menghidupkan komputer kalian bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
  1. Pastikan kabel-kabel yang terhubung sudah terpasang dengan tepat dan benar.
  2. Hidupkan stabilizer voltage jika anda memilikinya.
  3. Tekan tombol power yang terdapat pada monitor untuk menghidupkan monitor.
  4. Tekan juga tombol power pada CPU untuk menghidupkan CPU.
  5. Tunggu hingga proses booting OS selesai.
  6. Setelah muncul layar desktop artinya komputer telah siap pakai.
Teks Prosedur 3 : Cara Mematikan Komputer Yang Benar

Setelah sebelumnya kita membahas cara untuk menghidupkan komputer yang benar sekarang saatnya untuk membahas bagaimana cara untuk mematikan komputer yang benar. Di bawah ini akan dibagi menjadi dua bagian, pada bagian pertama akan dibahas tata cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan Windows 7 setelah itu pada bagian kedua kita akan membahas bagai mana cara untuk mematikan komputer yang benar pada windows
Untuk cara mematikan komputer pada windows XP, Vista, dan windows 7 yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Klik menu “START” yang berada pada pojok kiri bawah layar.
  2. Lalu klik “shutdown”.
  3. Lalu Pilih “OK”.
  4. Tunggu hingga komputer mati.
  5. Setelah komputer mati, matikan stabilizer dengan cara menekan tombol power setelah itu cabut kabel listrik untuk memutuskan arus.
Untuk cara mematikan komputer pada windows 8 yang benar adalah sebagai berikut:
  1. Arahkan pointer mouse ke pojok kanan bawah.
  2. Pilih, setelah itu klik setting.
  3. Klik power, setelah itu klik shutdown.
  4. Tunggu hingga komputer dalam keadaan benar-benar mati.
  5. Setelah itu matikan stabilier dan cabut kabel arus listirk.
Teks Prosedur 4 : Cara Membuat Slime Yang Mudah Dan Aman

Slime merupakan salah satu mainan favorit untuk anak-anak yang bisa kita dapatkan dengan membeli di toko mainan. Tapi kita juga bisa membuat slime sendiri di rumah dengan cara berikut ini:
Bahan-bahan:
  • 1 botol slime activator yang dapat diperoleh di toko-toko terdekat.
  • 1 botol cusson baby oil.
  • Pewarna makan ( warna di sesuaikan dengan kesukaan).
  • 1 botol lem povinal.
  • Sendok dan Piring.
Cara membuat:
  1. Campur lem povinal dengan pewarna makanan dalam piring hingga warna merata.
  2. Setelah tercampur merata selanjutnya tambahkan slime activator dengan cara menuangkannya sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga campuran membentuk gel dan tidak lengket dipiring.
  3. Selanjutnya tambahkan cussons baby oil agar slime tidak lengket di tangan.
  4. Slime siap untuk digunakan bermain.

MATERI BAHAN AJAR KURIKULUM 2013 BAHASA INDONESIA KELAS 7

Teks deskripsi yaitu sebuah teks yang menjabarkan atau memaparkan sebuah objek tertentu melalui kata-kata yang dapat merangsang panca indera sehingga pembaca seolah-olah menyaksikan atau merasakan sendiri objek yang dideskripsikan oleh penulis.
Aspek-aspek yang dipaparkan bisa berupa keadaan, karakteristik, sifat atau perasaan yang dimiliki oleh objek tersebut.
TUJUAN TEKS DESKRIPSI
Teks deskripsi memiliki tujuan, yakni memberi penjelasan yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain sebagainya.
Teks deskripsi adalah hasil pengamatan atau observasi, oleh sebab itu informasi yang digunakan untuk menjabarkan suatu benda atau objek harus jelas, sesuai dengan data dan fakta yang ada pada objek tersebut
CIRI-CIRI TEKS DESKRIPSI
Teks deskripsi mempunyai ciri-ciri yang dapat mempermudah kita dalam mengenal jenis dari sebuah teks deskripsi. Berikut di bawah ini adalah diantara ciri-ciri dari paragraf deskripsi, yaitu :
  1. Menjabarkan atau menggambarkan suatu objek seperti benda, tempat atau suasana tertentu.
  2. Melibatkan panca indera (penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman dan
    perabaan).
  3. Memaparkan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti ukuran, bentuk, warna dan kepribadian secara jelas dan terperinci.
  4. Banyak ditemukan kata-kata atau frasa yang bermakna kata sifat atau keadaan.
STRUKTUR TEKS DESKRIPSI
Teks deskripsi memliki 3 unsur sebagai struktur pembangunnya. Struktur-struktur tersebut antara lain sebagai berikut :
Identifikasi, pada bagian ini berisikan penentuan dari identitas seseorang, benda, atau objek lainnya.
Klasifikasi, merupakan unsur penyusun yang bersistem dalam suatu kelompok menurut kaidah atau standar yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Bagian Deskripsi, berisikan gambaran atau pemaparan tentang suatu objek atau topik yang ada dalam paragraf tersebut.
JENIS-JENIS TEKS DESKRIPSI
Teks deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis teks, yakni teks deskripsi spatial, subjektif dan objektif.
  1. Teks deskripsi subjektif
Suatu teks deskripsi yang dalam penggambaran objeknya berdasarkan atas kesan yang dimiliki oleh penulis paragraf tersebut.
  1. Teks deskripsi spatial
Dalam teks deskripsi ini objek yang dijelaskan hanya berupa benda, tempat, ruang dan lain sebagainya.
  1. Teks deskripsi objektif
Dalam teks deskripsi ini penjelasan mengenai objek yang digambarkan apa adanya berdasarkan keadaan objek yang sebenarnya, sehingga pembaca bisa membayangkan keadaan tanpa ada penambahan opini dari penulis itu sendiri.
TEKS DESKRIPSI
Dibawah ini akan kita bahas mengenai beberapa contoh teks deskripsi dari berbagai tema. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut :
  1. CONTOH TEKS DESKRIPSI TENTANG SEKOLAH

majalahouch.com
Kelas XII IPS 1


Kelas XII IPS 1 sudah menjadi seperti rumah bagi kami di sekolah. Di sanalah kami bertemu dengan teman-teman yang sangat baik, ramah dan hangat. Di sana juga kami menuntut ilmu demi meraih masa depan.
Walaupun kelas kami tidak begitu luas, hanya sekitar 7 X 6 m2 namun kelas ini sangatlah bersih dan nyaman.
Lantai kelas dilapisi oleh keramik putih yang sangat bersih dan mengkilap. Tidak hanya bersih, kelas kami juga sangat lengkap. Kami mempunyai 31 buah kursi dan meja, di depannya terdapat 2 buah papan tulis putih yang besar. Di samping kiri papan tulis terdapat meja guru dan lemari besar.
Di dinding kelas yang berwarna putih dan bersih juga dihiasi oleh gambar para pahlawan, foto presiden, pancasila dan kata-kata mutiara. Di dinding belakang kelas juga terdapat sebuah mading yang dihiasi dengan pantun, puisi, dan kata-kata mutiara karya kami semua.
Itulah gambaran tentang kelasku, kelas yang sangat bersih dan lengkap sehingga kami semua semangat dalam belajar demi menyongsong masa depan kami.

CONTOH TEKS DESKRIPSI TENTANG ALAM
Keindahan Alam Indonesia
Indonesia adalah Negara dengan kekayaan alam yang melimpah ruah dari Sabang hingga Merauke. Keindahan alam Indonesia memang dinilai tak ada yang mampu menandingi di negara manapun di dunia.
Hampir semua pesona alam terdapat di Indonesia mulai dari daratan hingga laut. Oleh sebab itu, tidak heran apabila banyak wisatawan asing yang rela datang jauh-jauh ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam bumi pertiwi.
Selain keindahan alam yang disajikan ternyata di dalam keindahan tersebut terdapat banyak hal tersembunyi yang jarang diketahui seperti flora dan fauna yang sangat langka dan eksotis.
Alam Indonesia yang paling tersohor di mata dunia adalah keindahan pantainya yang terbentang dari barat hingga ke timur. Banyaknya pulau yang ada di Indonesia membuat kekayaan laut dan pantai semakin berwarna.
Selain pantai, keindahan dunia bawah laut juga menjadi incaran para wisatawan untuk masuk ke dalamnya dan ikut menikmati kehidupan bawah laut di Indonesia. Daerah yang memiliki keindahan pantai yang menakjubkan di Indonesia yang paling tersohor adalah Manado, Bali dan Raja Ampat.
Tidak hanya keindahan pantai, Indonesia juga merupakan negara dengan cangkupan hutan terbesar di Dunia. Oleh karena itu Indonesia disebut sebagai paru-paru dunia sebab ⅓ hutan di Dunia terdapat di Indonesia.
Keindahan hutan di Indonesia memang tak perlu diragukan lagi, sebab memang hijau hamparan pohon membuat mata seakan terhipnotis. Selain itu hewan dan tumbuhan endemik juga banyak yang menjadi buruan wisatawan yang hanya untuk berfoto untuk mengabadikan momen tersebut.
CONTOH TEKS DESKRIPSI TENTANG RUMAH
Rumah Ahmad
Rumah Ahmad terletak di depan rumahku, yang mana di halaman rumahnya terdapat pohon mangga yang membuat suasana terasa segar. Bunga-bunga indah menghiasi depan rumah Ahmad.
Dinding rumah Ahmad berwarna putih dengan pintu dan jendela yang berwarna hijau. Serta lantai keramik yang berwarna putih bersih membuat rumah Ahmad sangat enak dipandang.
Di dalam rumah Ahmad posisi barang-barang sangat diperhatikan sehingga semua tertata rapi. Lantainya bersih serta harum ruangannya membuat orang yang singgah mau berlama-lama di dalamnya.

CONTOH TEKS DESKRIPSI TENTANG KUCING
Blacky
Aku memiliki kucing bernama Blacky, dia berwarna hitam pekat dengan mata yang sangat putih. Mempunyai ekor panjang dan bulu yang halus.
Blacky sangat suka bermain bola dan gemar memakan ikan dan nasi. Blacky selalu menjaga kebersihan dengan pipis di tempat yang sudah disediakan. Itulah Blacky kucing kesayanganku.