Sunday, June 10, 2018

MATERI BAHASA INDONESIA: TEKS EKSPLANASI ( PENGERTIAN, CIRI-CIRI DAN STRUKTUR)

Teks Eksplanasi
Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses ‘mengapa’ dan ‘bagaiman’ kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.
Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini.
  1. Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan umum tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, proses terjadinya, atau proses terbentuknya.
  2. Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
  3. Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.
Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks yang lainnya. Berikut akan saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.
  1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
  3. Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.
  1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  2. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  3. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
  4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
  5. Menggunakan kalimat pasif.
  6. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.
Contoh Teks Eksplanasi
Pengangguran
Pengangguran merupakan salah satu fenomena sosial yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Seperti sebuah penyakit, yang secara kronik menyerang segi kehidupan bermasyarakat. Sudah banyak formula penanganan yang diambil, namun permasalahan ini belum juga tuntas. Bukan hanya di Indonesia, permasalahan pengangguran ini ditemukan dihampir semua negara. Setiap pemerintahan di dunia, menjadikan masalah penggangguran menjadi agenda utama. Secara umum, banyak yang mengartikan bahwa pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau tidak memiliki pekerjaan secara formal dan tidak mendapatkan penghasilan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara spesifik memberikan definisi tentang pengangguran yaitu; orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.
Ada beberapa faktor yang sangat mendasar yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Pangangguran juga dapat sebabkan oleh adanya perubahan struktural dalam perekonomian. Perubahan ini menimbulkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan jenis atau tingkat keterampilan yang berbeda. Sehingga, kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan tuntutan yang ada. Dan yang sering juga terjadi adalah pengangguran yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.
Akibat terjadinya pengangguran, yaitu menimbulkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial bagi yang mengalaminya. Orang yang tidak mempunyai mata pencaharian juga tidak mendapat penghasilan, dan yang tidak berpenghasilan tidak dapat membelanjakan uang untuk membeli barang kebutuhan hidup. Bila jumlah penganggur banyak pasti, akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat pesat, selanjutnya berpotensi menimbulkan kriminal.
Dari seluruh uraian di atas, maka sudah jelas bahwa pengangguran adalah masalah besar yang harus segera dicarikan solusi. Langkah nyata yang dapat ditempuh adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan kerja. Dengan semakin baiknya kondisi lapangan kerja, kekerasan sosial akibat pengangguran bisa dikurangi atau diatasi. Disamping itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah yang lebih baik lagi adalah jika kita mampu memberikan keterampilan yang memadai untuk mereka usia kerja sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Semua langkah ini harus segera kita ambil agar masalah pengangguran segera terselesaikan.

MATERI BAHASA INDONESIA: KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EKSPLANASI

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.
  1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  2. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  3. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
  4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
  5. Menggunakan kalimat pasif.
  6. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.

Contoh Teks Eksplanasi
Pengangguran
Pengangguran merupakan salah satu fenomena sosial yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Seperti sebuah penyakit, yang secara kronik menyerang segi kehidupan bermasyarakat. Sudah banyak formula penanganan yang diambil, namun permasalahan ini belum juga tuntas. Bukan hanya di Indonesia, permasalahan pengangguran ini ditemukan dihampir semua negara. Setiap pemerintahan di dunia, menjadikan masalah penggangguran menjadi agenda utama. Secara umum, banyak yang mengartikan bahwa pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau tidak memiliki pekerjaan secara formal dan tidak mendapatkan penghasilan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara spesifik memberikan definisi tentang pengangguran yaitu; orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.
Ada beberapa faktor yang sangat mendasar yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Pangangguran juga dapat sebabkan oleh adanya perubahan struktural dalam perekonomian. Perubahan ini menimbulkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan jenis atau tingkat keterampilan yang berbeda. Sehingga, kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan tuntutan yang ada. Dan yang sering juga terjadi adalah pengangguran yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.
Akibat terjadinya pengangguran, yaitu menimbulkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial bagi yang mengalaminya. Orang yang tidak mempunyai mata pencaharian juga tidak mendapat penghasilan, dan yang tidak berpenghasilan tidak dapat membelanjakan uang untuk membeli barang kebutuhan hidup. Bila jumlah penganggur banyak pasti, akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat pesat, selanjutnya berpotensi menimbulkan kriminal.
Dari seluruh uraian di atas, maka sudah jelas bahwa pengangguran adalah masalah besar yang harus segera dicarikan solusi. Langkah nyata yang dapat ditempuh adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan kerja. Dengan semakin baiknya kondisi lapangan kerja, kekerasan sosial akibat pengangguran bisa dikurangi atau diatasi. Disamping itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah yang lebih baik lagi adalah jika kita mampu memberikan keterampilan yang memadai untuk mereka usia kerja sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Semua langkah ini harus segera kita ambil agar masalah pengangguran segera terselesaikan.

MATERI BAHASA INDONESIA: 5 CONTOH TEKS EKSPLANASI DILENGKAPI STRUKTUR

Contoh Teks Eksplanasi Tsunami

Contoh Teks Eksplanasi Tsunami
Pernyataan Umum:
Tsunami berasal dari bahasa jepang dan terdiri dari 2 suku kata yaitu “tsu” (pelabuhan) dan “nami” (gelombang). Para ilmuwan biasa mengartikan dengan sebutan tidal wave (gelombang pasang) atau seismic sea waves (gelombang laut akibat gempa).
Tsunami merupakan gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi yang menuju kawasan pantai, disebabkan karena aktivitas gunung berapi atau gempa dibawah laut.
Urutan Sebab-Akibat:
Saat gempa terjadi dan permukaan dasar laut naik turun di sepanjang patahan maka saat itulah tsunami terbentuk. Patahan itu menyebabkan keseimbangan air laut terganggu. Patahan yang besar akan menghasilkan gelombang yang besar juga.
Sesaat setelah gempa terjadi, air laut akan mengalami surut. Dan akan kembali ke daratan dalam bentuk gelombang besar (tsunami).
Tsunami juga terjadi karena letusan gunung berapi di dasar laut yang mengakibatkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di dekatnya.
Tsunami memiliki kecepatan gelombang yang lebih besar daripada gelombang biasa. Bahkan sampai 700km/jam dan hampir sama dengan kecepatan pesawat.
Biasanya tinggi gelombang tsunami 50 – 100 meter dan menyebar ke semua arah. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh bentuk dan kedalaman pantai. Maka dari itu gempa bumi di dasar laut sangat memungkinkan untuk terjadinya tsunami.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
Nyatanya, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kerusakan besar bahkan bisa merenggut ribuan jiwa sekaligus apabila terjadi secara mendadak.
Maka dari itu kita wajib waspada setiap saat dan menyiapkan diri untuk menghadapi bencana alam tsunami. Walau tidak semua gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami.

Contoh Teks Eksplanasi Pelangi

Contoh Teks Eksplanasi Pelangi
Pernyataan Umum:
Pelangi atau bianglala adalah fenomena alam yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pelangi mempunyai berbagai macam warna yang saling sejajar dan tampak di langit, pelangi dianggap juga sebagai gejala optik.
Umumnya pelangi berbentuk busur, dan masing-masing ujungnya mengarah pada titik yang berbeda. Pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada suatu saat hujan ringan. Tak jarang pelangi juga bisa dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Urutan Sebab-Akibat:
Pelangi muncul karena cahaya membias dan menyimpang menjauhi partikel. Ketika matahari terbenam maka langit akan menjadi merah karena sinar matahari melewati atmosfer yang lebih tebal daripada keadaan matahari di siang hari.
Pelangi juga tidak akan terlihat di malam hari maupun saat mendung, ini menandakan jelas kalau pelangi adalah peristiwa alam karena pembiasan cahaya.
Awalnya cahaya matahari melewati tetes hujan lalu dibiaskan/dibelokkan ke tengah tetes hujan sehingga membuat cahaya putih berubah menjadi warna spektrum.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
Pelangi bisa kita lihat saat sedang hujan ketika matahari bersinar dari sisi berlawanan dengan arah kita menghadap. Sehingga posisi kita harus ada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari di belakang kita.
Mudahnya begini, kita sebagai pengamat, matahari, dan pusat busur pelangi mesti berada di satu garis lurus. Sehingga kita bisa menikmati indahnya warna-warni pelangi yang terdiri dari warna Merah, Jingga, Kuning, Hijau Biru, Nila, Ungu.

Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus

Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus
Pernyataan Umum:
Contoh teks eksplanasi peristiwa alam berikutnya yaitu Gunung Meletus. Fenomena alam ini terjadi karena adanya endapan magma yang ada di perut bumi dan disemburkan oleh gas dengan kekuatan besar.
Selain tsunami, gunung meletus juga menjadi salah satu bencana alam yang mengerikan dan bisa menyebabkan banyak korban jiwa.
Urutan Sebab-Akibat:
Bisa dikatakan bahwa nyaris semua gunung berapi berkaitan dengan daerah kegempaan yang aktif, karena berkaitan langsung dengan batas lempeng bumi. Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu yang drastis.
Hal tersebut membuat material batuan disekitarnya meleleh, biasa kita sebut dengan magma atau cairan pijar. Magma ini akan mengintruksi material disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju permukaan bumi.
Bahkan di kedalaman yang relatif, suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma bahkan bisa seluruh material yang berada di dalam perut bumi.
Disaat itu juga akan muncul gas yang akan bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung meletus terbentuk di kedalaman 60-160 KM dibawah permukaan bumi.
Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut berada dibawah tekanan batuan-batuan padat yang ada disekitar kawah. Sehingga tekanan ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan meletus secara bersamaan.
Maka terbentuklah lubang utama. Karena nyatanya memang sebagian besar magma dan material vulkanik lain menyembur melalui lubang ini.
Ketika semburan telah berhenti, biasanya di bagian puncak gunung akan terbentuk kawah yang menyerupai mangkuk dan lubang utama terletak di dasar kawah tersebut.


Ada dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Dampak negatif yang paling terlihat yaitu bahayanya terhadap manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.
Karena mengeluarkan gas beracun, awan panas, debu vulkanik, dan bebatuan yang keluar dari gunung yang meletus. Setelah erupsi berakhir terdapat kemungkinan terjadi hujan lahar, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan.
Bahkan sejarah pernah mencatat pernah ada bencana alam letusan gunung berapi yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang dan menyebabkan iklim di dunia berubah.
Sedangkan dampak positif yang bisa terlihat yaitu lahan di daerah gunung berapi menjadi subur, material yang keluar bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, sumber daya air, wisata alam, dan energi panas bumi.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
Sehingga hingga sekarang gunung berapi masih menjadi hal yang menyeramkan untuk manusia. Karena luar biasanya gunung berapi sampai bisa mengakibatkan terbentuknya pulau dan danau, bahkan bisa menutupi atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim.
Untuk itu kita perlu memperhatikan Skema peringatan gunung berapi di Indonesia yang diberikan oleh BMKG. Sehingga kita bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengungsi apabila terjadi erupsi gunung berapi di sekitar daerah kita.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Banjir
Pernyataan Umum:
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Biasanya banjir datang secara mendadak dan mengalir deras sehingga menghanyutkan benda-benda. Banjir bisa mengakibatkan beragam masalah seperti ekonomi, sosial, dan merusak sarana prasarana yang ada.
Urutan Sebab-Akibat:
Kita ketahui bersama mengenai banjir bahwa terdapat beberapa penyebab. Penyebab terjadinya banjir yang pertama karena curah hujan yang tinggi di suatu daerah sehingga air sungai tidak bisa menampung kapasitas air seperti biasanya.
Sampah yang berada di sungai karena dibuang sembarangan oleh manusia juga bisa mengakibatkan banjir karena aliran air sungai menjadi terhalang dan mampet.
Hutan yang gundul akibat penebangan liar juga berpengaruh terhadap timbulnya banjir. Sebab, akar pohon yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air, tidak ada. Sehingga air tidak terserap dan akan menggenang di daratan.
Kita lihat kota besar seperti Jakarta, banyak pemukiman warga yang terdapat di pinggir sungai. Rumah yang berada di bantaran sungai menjadi salah faktor penyebab banjir. Karena tanah bisa saja longsor dan menutupi sisi sungai.
Kemudian, faktor lain penyebab terjadi banjir karena bendungan yang jebol karena lingkungan yang kurang terawat. Dan bendungan yang jebol bisa juga karena faktor hujan sehingga debit air meningkat.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
Dampak yang diakibatkan oleh banjir dibagi menjadi 3, yaitu dampak primer, dampak sekunder, dan dampak tersier (jangka panjang).
  • Dampak primer: kerusakan fisik seperti mobil, bangunan, jembatan, jalan raya.
  • Dampak sekunder: persediaan air, penyakit, pertanian dan kesediaan pangan, transportasi, pepohonan.
  • Dampak tersier/jangka panjang: ekonomi menjadi sulit karena penurunan jumlah wisatawan, kelangkaan makanan, biaya pembangunan kembali.
Sehingga kami mengajak agar kita lebih tertib lagi membuat sampah, jangan sampai membuat sampah di area sungai yang justru bisa mengakibatkan banjir yang efeknya kembali ke diri kita masing-masing.

Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor

Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor
Pernyataan Umum:
Berpindah ke teks eksplanasi mengenai peristiwa alam berikutnya yaitu tanah longsor. Longsor adalah suatu peristiwa geologi yang timbul karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya gumpalan tanah yang besar atau jatuhnya bebatuan. Biasanya longsor terjadi karena 2 faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.
Faktor pendorong yaitu faktor yang mempengaruhi kondisi material, sedangkan faktor pemicu yaitu faktor penyebab materi tersebut bergerak. Meski banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor, tetap penyebab utamanya yaitu “gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam”.
Urutan Sebab-Akibat:
Negara kita sering mengalami tanah longsor, kebanyakan disebabkan oleh gempa dan juga hujan deras. Gempa menyebabkan pergerakan lempeng bawah tanah sehingga tergeser.
Proses terjadinya longsor yang pertama yaitu meresapnya air hujan kedalam tanah sehingga mempengaruhi beban dalam tanah sehingga akan berada dibatas maksimal dalam mengandung air.
Kemudian perubahan tekstur tanah, saat air sudah sampai menembus ke bagian tanah yang kedap air maka tanah akan menjadi licin, sehingga terjadilah pergerakan tanah yang sangat cepat.
Permukaan tanah akhirnya mengalami pelapukan, begitu juga struktur lapisan tanah yang ada dibawahnya sampai ke dasar tanah. Inilah yang menyebabkan tanah bergerak kemudian keluar lereng dan terjadilah tanah longsor.
Simpulan/Penutup (interpretasi):
Peristiwa alam bencana longsor ini menyebabkan kerugian yang besar, mulai dari kerusakan rumah, putusnya akses kendaraan, hilangnya harta benda, dan korban jiwa.
Karena sangat jarang orang dalam kejadian tanah longsor bisa menyelamatkan diri, itu dikarenakan kecepatan tanah longsor bisa sampai 100km/jam.
Seandainya ada korban yang selamat, mungkin dia akan mengalami trauma. Untuk itu, jika kamu mendengar suara gemuruh didekat tebing/jurang, segeralah lari menjauh ke dataran yang stabil. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

MATERI BAHASA INDONESIA: PENGERTIAN TEKS ULASAN (STRUKTUR, CIRI-CIRI DAN CONTOH)

Pengertian Teks Ulasan
 
Teks ulasan yaitu teks yang berisi ulasan atau penilaian terhadap suatu karya (drama atau film). Mengulas suatu film dan drama mengharuskan kita untuk bersikap kritis. Sikap kritis ini sangat penting agar ulasan yang kita tulis tersebut berkontribusi bagi kemajuan film dan drama itu sendiri.

Struktur Teks Ulasan
 
Struktur teks itu adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks sehingga menjadi suatu teks yang utuh. Adapun struktur yang membangun teks ulasan terdiri dari orientasi, tafsiran, evaluasi, dan rangkuman. Baiklah mari kita bahas struktur teks ulasan dibawah ini yang telah saya susun lengkap agar dapat dipelajari dengan mudah oleh sobat-sobat semua.


  1. Orientasi, berisi pengenalan tentang gambaran umum mengenai sebuah karya (film dan drama) yang akan diulas. Gambaran umum ini menyiapkan “latar belakang” bagi pembaca mengenai apa yang akan diulas.
  2. Tafsiran, berisi gambaran detail mengenai sebuah karya (film dan drama) yang diulas, misalnya bagian-bagian dari hasil karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dan sebagainya.
  3. Evaluasi, berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Hal ini dilakukan setelah melakukan tafsiran yang cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian ini penulis akan menyebutkan bagian yang bernilai (kelebihan) atau bagian yang kurang bernilai (kekurangan) dari suatu karya (film dan drama).
  4. Rangkuman, berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya (film dan drama). Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut bernilai/berkualitas atau tidak untuk ditonton/disaksikan.

CIRI KEBAHASAAN TEKS ULASAN DRAMA/FILM

1. Teks ulasan drama/film berisi penonjolan terhadap unsur-unsur karya seni yang hendak diulas.
Dapat berupa dialog dalam cerita, hal yang menarik penulis, sesuatu yang khas pada objek ulasan, dapat juga dengan membandingkan karya drama/film yang sejenis.
Pada teks ulasan drama/film ini, muncul kata adjektiva (kata sifat) seperti : menarik/tidak menarik, mengharukan, memilukan, bernilai, memuaskan, baik/kurang baik, mencekam, menakutkan, dan lain sebagainya. Hal ini tentu untuk mendeskripsikan objek yang diulas.
Kata sifat atau kata keadaan adalah kata yang menerangkan tentang keadaan, sifat, watak, tabiat suatu benda. Kata sifat memberikan jawaban atas pertanyaan bagaimana atua dalam keadaan apa. Adjektiva juga mampu diperluas lagi dengan amat…, ….sekali, sangat…..
2. Menggunakan kata-kata opini atau persuasif
Contohnya : inilah drama/film Indonesia yang patut untuk ditonton, drama/film ini sungguh menarik untuk ditonton, drama/film ini benar-benar menghibur, drama/film yang ditampilkan mengandung nilai moral yang perlu kita teladani, dan lain-lain.
3. Menggunakan konjungsi internal dan konjungsi eksternal
a.) Konjungsi internal (intrakalimat), konjungsi yang menghubungkan dua argumen/gagasan/ide dalam kalimat simpleks atau dua kelompok klausa.
Terdapat 4 (empat) kategori makna hubungan :
  • Penambahan/kesejajaran, yaitu konjungsi dan, atau, serta;
  • Menyatakan waktu, yaitu sejak, setelah, sesudah, ketika, saat;
  • Menyatakan perbandingan, yaitu tetapi, melainkan, sedangkan, tidak hanya, tetapi juga, bukan saja/hanya…, melainkan juga…;
  • Menyatakan sebab-akibat, yaitu sebab, akibat, sehingga, jika, karena, apabila, bilamana, jikalau.
b.) Konjungsi eksternal (antarkalimat), konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa/deskripsi hal/benda dalam kalimat kompleks atau 2 kalimat simpleks.
Sama halnya dengan intrakalimat, konjungsi ini juga dibedakan atas 4 kategori makna hubungan :
  • Penambahan/kesejajaran, yaitu konjungsi lebih lanjut, di samping itu, selain itu;
  • Menyatakan waktu/temporal, yaitu pertama, kedua, ketiga, mula-mula, lalu, kemudian, berikutnya, selanjutnya, akhirnya ;
  • Menyatakan perbandingan, yaitu sebaliknya, akan tetapi, sementara itu, di sisi lain, namun, namun demikian, walaupun demikian/begitu, dan sebagainya ;
  • Menyatakan sebab-akibat, yaitu oleh karena itu, akibatnya, hasilnya, jadi, sebagai akibat, maka.
4. Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)
Contohnya : daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengan, seperti, seperti halnya, serupa dengan, dan sebagainya.
5. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional
Kata kerja material, yaitu kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. Misalnya : makan, minum, membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu, melebur, memukul, bertanya, dan lainnya.
Kata kerja relasional adalah kata kerja yang berfungsi untuk membentuk predikat nominal (kata-kata kopulatif) dan dapat juga membantu memperjelas predikat (kata kerja bantu).
  • Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi/menjadi, meruapakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.
  • Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus/perlu/wajib, jadi, mungkin, boleh, harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan sebagainya.
Contoh Teks Ulasan
Berikut ini akan saya berikan contoh teks ulasan film yang berjudul “Di Balik 98”. Contoh teks ulasan film ini saya ambil dari salah satu sumber yang ada di internet yang akan saya berikan lengkap dengan strukturnya. Silahkan simak dibawah ini.
Orientasi
Film Di Balik ’98 adalah film yang diproduksi oleh MNC Pictures yang menceritakan tentang peristiwa kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998. Semua rakyat Indonesia pasti sudah tahu tentang peristiwa Mei 1998. Waktu itu adalah saat-saat krisis bagi tahta kepresidenan Soeharto dan juga Orde Baru. Tetapi pada film Di balik 98, dibalik panasnya keadaan politik, banyak sekali makna yang bisa dipetik nilai kemanusiaannya.
Tafsiran
Diceritakan, Diana (Chelsea Islan), mahasiswi Trisakti yang memutuskan untuk menjadi anggota demonstran. Masa kekuasaan Soeharto menurut Diana harus segera diakhiri. Memutuskan untuk menjadi anggota demonstran merupakan pilihan yang kurang tepat bagi Diana, karena Diana saat ini tinggal bersama kakaknya, Salma (Ririn Ekawati), yang merupakan seorang pegawai Istana Negara, dan Bagus, Suami Salma (Donny Alamsyah), yang juga seorang Letnan Dua, Angkatan Darat.
Semenjak krisis moneter dimulai, Diana telah menjadi anggota dari gerakan gabungan seluruh mahasiswa Indonesia yang mendesak diturunkannya presiden Soeharto. Peristiwa ini merupakan salah satu bentuk sikap dari kegelisahan masyarakat, dan klimaksnya terjadi pada tanggal 13 sampai 14 Mei, dimana ada 4 orang mahasiswa yang tertembak mati oleh para aparat yang mengatasi kerusuhan 98.
Di tengah situasi yang sangat rumit ini, presiden Soeharto memutuskan untuk pergi menghadiri KTT G-15 di Kairo. Sementara wakil presiden, B.J. Habibie dikagetkan oleh peristiwa penembakan yang terjadi di Trisakti yang berakhir dengan kerusuhan besar.
Kemarahan itu tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa ataupun Diana, tetapi juga dirasakan oleh Bagus, kakak ipar Diana. Mengingat istrinya yang sedang mengalami hamil tua, Bagus tetap wajib melaksanakan amanat atasan untuk menjaga keamanan diberbagai titik dan wilayah di Jakarta. Semakin bimbang hati galau dan bercampur aduk hati agus saat mengetahui istrinya tidak ada di Istana, dikarenakan istrinya pergi untuk mencari adiknya Diana yang telah beberapa hari tidak ada informasi mengenai keberadaanya dan juga tidak pernah pulang ke rumah.
Semuanya bertambah absurd ketika Daniel (Boy William), pacar Diana, yang merupakan seorang keturunan Tionghoa, juga harus merasakan kepedihan dikala itu. Ayah dan adiknya Diana menghilang entah kemana dalam  peristiwa kerusuhan 14 Mei. Terlebih Daniel juga hampir terjebak sweeping masyarakat setempat dalam penyaringan orang-orang Non Pribumi, yang pada saat itu menjadi puncak issue rasial di Indonesia.
Disisi lain, rakyat sekelas gembel atau orang susah dan pengemis pun harus ikut merasakan bagaimana dampak politik yang terjadi, dan dampak buruknya bagi mereka.
Evaluasi
Film yang dirilis pada awal tahun 2015 ini bukanlah film politik, tetapi merupakan film drama keluarga, percintaan, yang di dengselubungi latar belakang kerusuhan Mei 1998. Dan karena ini adalah film, memiliki paradigma yang berbeda dengan kejadian kerusuhan Mei ’98 tersebut. Dengan menyisipkan sedikit cerita fiksi yaitu berupa kisah Diana, Daniel, dan yang lainnya maka akan membuat film Dibalik ’98 menjadi lebih menarik.
Kisah genting Mei 1998 memang sampai saat ini masih terkenang dengan baik, khususnya bagi mereka yang mengalami secara langsung peristiwa tersebut. Tetapi Lukman Sardi, sang sutradara, mencoba mengisahkan permasalahan lain yang terdapat pada film “Dibalik ’98” untuk diketahui masyarakat. Kehadiran Chelsea Islan yang namanya sedang naik daun dan terkenal, berbanding lurus dengan kualitas aktingnya yang semakin mumpuni. Boy William pun tak kalah hebatnya memainkan mahasiswa turunan Tionghoa yang ikut merasakan kepahitan 1998. Untuk tampilan pemain, Dibalik 98 telah memberikan yang terbaik.
Rangkuman
Anda disarankan untuk menonton film ini jika anda belum mengetahui bagaiman tragedi di balik 98 karena film ini juga memberikan jawabannya. Film ini juga menceritakan bagaiman masalah tersebut akhirnya bisa selesai dari pembicaraan empat mata antasa presiden dan wakil presiden hingga akhirnya Soeharto turun. Dan yang tidak disangka-sangka adalah film ini juga menyajikan komedi didalamnya,

MATERI BAHASA INDONESIA: Menelaah Struktur dan kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Menelaah Struktur dan kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: Menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks persuasi yang berupa saran, ajakan, dan pertimbangan tentang berbagai permasalahan aktual dari berbagai sumber yang kamu dengan dan baca.

1. Struktur Teks Persuasi

Perhatikanlah contoh teks persuasi dalam bentuk utuh tentang peringatan Sumpah Pemuda pada pelajaran terdahulu. Teks tersebut dibentuk oleh beberapa bagian, yang antarbagiannya disusun secara sistematis dan saling berhubungan. Teks itu diawali dengan pengenalan isu, diikuti dengan paparan sejumlah argumen. Setelah itu, dinyatakan ajakan-ajakan, yang diakhiri dengan penegasan kembali.
Struktur Teks Persuasi
  1. Pengenalan isu
  2. Rangkaian Argumen (Pendapat-Pendapat, Fakta)
  3. Ajakan-Ajakan
  4. Penegasan Kembali (Simpulan, Rangkuman)
  • Pengenalan isu, yakni berupa pengantar atau penyampaian tentang masalah yang menjadi dasar tulisan atau pembicaraannya itu.
  • Rangkaian argumen, yakni berupa sejumlah pendapat penulis/pembicara terkait dengan isu yang dikemukakan pada bagian sebelumnya. Pada bagian ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen-argumennya itu.
  • Pernyataan ajakan, yakni sebagai inti dari teks persuasi yang di dalamnya dinyatakan dorongan kepada pembaca/pendengarnya untuk melakukan sesuatu. Pernyataan itu mungkin disampaikan secara tersurat ataupun tersirat. Adapun kehadiran argumen berfungsi untuk mengarahkan dan memperkuat ajakan-ajakan itu.
  • Penegasan kembali atas pernyataan-pernyataan sebelumnya, yang biasanya ditandai oleh ungkapan-ungkapan seperti demikianlah, dengan demikian, oleh karena itulah.

2. Kaidah Kebahasaan Teks Persuasi

Perhatikanlah kembali contoh-contoh teks eksposisi pada bagian terdahulu. Pada teks “Internet dan Haki”, misalnya, kaidah kebahasaan yang berfungsi sebagai penanda utama teks itu adalah terdapatnya pernyataan-pernyataan yang mengandung ajakan, dorongan, bujukan, dan sejenisnya. Berikan contohnya.


  • Padahal, itu penting sekali buat kita ketahui supaya tidak terjerumus ke jalan yang salah.
  • Sekedar mengingatkan saja, sebagai remaja kita punya sepuluh hak reproduksi yang sepantasnya kita pertahankan.
  • Sekali lagi kita harus hati-hati dan waspada dengan situs-situs yang akan kita kunjungi.
  • Jadikanlah wahana yang satu ini sebagai penambah wawasan.
PELAJARI:  Menangkap Makna Teks Tantangan “Siswa Tidak Boleh Mengendarai Sepeda Motor ke Sekolah”
Pernyataan-pernyataan tersebut berupa, bujukan ditandai dengan menggunakan kata penting, harus, sepantasnya dan kata kerja imperatif jadikanlah. Kata-kata sejenis juga sering pula kita temukan, seperti jangan, sebaiknya, hendaknya, waspadalah. Untuk sampai pada pernyataan-pernyataan seperti itu, di dalam teks persuasi disajikan pula sejumlah pendapat dan fakta. Fungsinya untuk lebih meyakinkan pembaca sebelum mereka memperoleh bujukan-bujukan. Perhatikan contoh berikut.
Pendapat
  • Kita memang belum bisa terbuka membicarakan soal seks dan kesehatan reproduksi.
  • Kita bisa bertanggung jawab atas pilihan kita tadi sehingga tidak akan menyesal di kemudian hari.
Fakta
  • Lewat situs-situs tertentu di internet, beragam informasi yang kita butuhkan bisa kita dapatkan.
  • Dari sepuluh itu, salah satunya adalah mendapatkan informasi yang tepat mengenai reproduksi remaja.
PELAJARI:  Menelaah Struktur Dan Kaidah Ulasan
Untuk menjadikan pembaca lebih terbujuk, penulis menggunakan kata ganti kita. Dengan kata itu, menjadikan tidak ada pembeda antara dirinya dengan para pembaca; seolah-olah kepentingan pembaca juga sama-sama merupakan kepentingan penulis. Dengan demikian, daya bujuknya akan lebih kuat.
Kaidah-kaidah kebahasaan lainnya yang menandai teks persuasi sebagai berikut.
  • Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan topik yang dibahas. Berkaitan dengan permasalahan remaja, digunakan kata-kata yang relevan dengan masalah itu, seperti teknologi intenet, reproduksi, aborsi.
  • Menggunakan kata-kata penghubung yang argumentatif, Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.

MATERI BAHASA INDONESIA: PENGERTIAN TEKS PERSUASI (AJAKAN)-(tujuan, ciri-ciri, jenis dan struktur)

TEKS PERSUASI

  1. Pengertian
Suatu paragraf yang isinya berupa ajakan atau membujuk pemabacanya agar melakukan atau mengikuti apa yang penulis ungkapkan di dalam paragraph.
  1. Tujuan
Agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti dan juga melaksanakan apa yang menjadi ajakan dari ide tersebut.
  1. Ciri – Ciri
Paragraf persuasi memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut ini:
  1. Dikarenakan tujuan utamanya untuk mempengaruhi pembaca, paragraf persuasi memiliki alasan-alasan yang kuat disertai dengan data dan fakta.
  2. Paragraf ini berusaha meyakinkan pembacanya untuk melakukan atau mempercayai yang ditulis oleh penulis.
  3. Paragraf persuasi banyak menggunakan kata-kata ajakan seperti ayo, mari, lakukanlah, dan lain-lain.
  4. Paragraf persuasi  biasanya menghindari konflik agar kepercayaan pembacanya tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapat antara penulis dan pembaca tercapai.
  5. Jenis – Jenis
Paragraf persuasif dapat digolongkan dalam beberapa jenis, di antaranya adalah :
  1. Persuasi politik
Persuasi politik dipakai dalam bidang politik oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang politik dan kenegaraan.
  1. Persuasi pendidikan
Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
  1. Persuasi advertensi
Persuasi iklan dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu.
  1. Persuasi propaganda
Persuasi propaganda sering dipakai dalam kegiatan kampanye. Isi kampanye biasanya berupa informasi dan ajakan. Tujuan akhir dari kampanye adalah agar pembaca atau pendengar menuruti isi ajakan kampanye tersebut
  1. Struktur
Struktur teks persuasi, yaitu :
  1. Judul
  2. Alinea Pembuka (Lead)
  3. Alinea Penjelas (Batang Tubuh)
  4. Alinea Penutup (Ending)
  5. Syarat – Syarat Penyusunan 
Syarat-syarat menyusun paragraf persuasi :
  1. Watak dan Kredibilitas
Watak atau kepribadian penulis dapat dilihat melalui pilihan kata, struktur kalimat, tema, dan sebagainya. Kredibilitas/kepercayaan pada penulis timbul jika pembaca mengetahui bahwa penulis memahami/menguasai persoalan yang dibicarakannya dengan baik
  1. Kemampuan mengendalikan emosi
Pengertian mengendalikan emosi harus diartikan sebagai kemampuan penulis untuk mengobarkan atau meredam emosi dan sentimental jika diperlukan.
  1. Bukti-bukti/ fakta atau evidensi
            Mengenai suatu kebenaran sebagai pendukung.


  1. Contoh
HINDARILAH ROKOK MESKIPUN SEBATANG
Rokok mengandung bahan dan Zat kimia yang berbahaya bagi sistem pernafasan. Tar dan nikotin merupakan salah satu zat kimia yang berbahaya yang ada dalam sebatang rokok. Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia dimana 200 diantaranya beracun.
Semakin besar isi kandungan Tar dan Nikotin dalam sebatang rokok, Maka semakin besar dampak negatif yang diterima oleh tubuh kita. Dampak negatif bagi perokok aktif dan pasif diantaranya adalah penyakit jantung, kanker serta impoten. Selain itu gangguan kehamilan dan janin merupakan dampak negatif bagi wanita yang menjadi perokok aktif.
Karena dampak negatifnya begitu besar maka hindarilah rokok, jika kita telah menghindari diri dari rokok maka kita telah membuat tubuh kita sehat dan mengurangi pencemaran polusi udara selain itu juga kita tidak merugikan orang lain.
Contoh Teks Beserta Struktur
Judul HINDARILAH ROKOK MESKIPUN SEBATANG
Alinea pembuka Rokok mengandung bahan dan Zat kimia yang berbahaya bagi sistem pernafasan. Tar dan nikotin merupakan salah satu zat kimia yang berbahaya yang ada dalam sebatang rokok. Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia dimana 200 diantaranya beracun.
Alinea penjelas Semakin besar isi kandungan Tar dan Nikotin dalam sebatang rokok, Maka semakin besar dampak negatif yang diterima oleh tubuh kita. Dampak negatif bagi perokok aktif dan pasif diantaranya adalah penyakit jantung, kanker serta impoten. Selain itu gangguan kehamilan dan janin merupakan dampak negatif bagi wanita yang menjadi perokok aktif.
Alinea penutup Karena dampak negatifnya begitu bear maka hindarilah rokok, jika kita telah menghindari diri dari rokok maka kita telah membuat tubuh kita sehat dan mengurangi pencemaran polusi udara selain itu juga kita tidak merugikan orang lain.
Cara Membuat Paragraf Persuasi atau Persuasif
  1. Tentukan Topik
Untuk menulis paragraf persuasif anda harus menentukan dulu apa topik yang akan dibahas dalam paragraf tersebut. Banyak topik yang bisa dibahas dalam paragraf persuasi seperti masalah narkoba,rokok dan kebiasaan sehari hari. Topik merupakan lingkup pembicaraan dalam suatu paragraph
  1. Tentukan Tujuan
Setiap paragraf persuasi pasti punya tujuan. Tujuan utama setiap paragraf persuasi jelas yaitu meyakinkan pembaca dan pendengar. Oleh karena itu buat tujuan yang jelas dan masuk akal untuk bisa dipercayai oleh pembaca dan pendengar. Dalam menyampaikan tujuan berusahalah jelas dan singkat agar mudah ditangkap oleh para pendengar maupun pembaca.
  1. Buat Kerangka Paragraf
Setelah sudah siap dengan topik dan tujuan yang akan dibahas saatnya menyusun suatu kerangka paragraf. Adapun penulisan kerangka peragraf ini dibuat agar paragraf lebih sistematis dan logis. Buat kerangka seperti pengembangan sebab akibat. Dimana letakkan dulu sebabnya diawal lalu berikan akibatnya di akhir paragraf.
  1. Mengumpulkan Data
Setelah semua sudah siap saatnya melakukan pengumpulan data yang tidak kalah pentingnya. Data yang tepat dan akurat membantu pembaca dan pendengar untuk percaya pada anda. Oleh karena itu cari data semaksimal mungkin dan jangan sampai merekasaya data karena itu sangat tidak baik.
  1. Menyusun Paragraf
Setelah semua siap inilah tahap terakhir susun sebuah paragraf sesuai dengan topik, tujuan, kerangka dan fakta yang sudah dikumpulkan, Gunakan pemilihan kata yang baik agar mudah meyakinkan para pembaca maupun pendengar. Baca lagi untuk memastikan kalau itu merupakan paragraf persuasi yang baik

MATERI BAHASA INDONESIA: PENGERTIAN DRAMA (ciri-ciri, sejarah, struktur, unsur-unsur dan contoh)

Sejarah Drama

Sejarah DramaDrama sudah menjadi tontonan sejak zaman dahulu. Nenek moyang kita sudah pernah memainkan drama sejak ribuan tahun yang lalu. Terdapat sebuah bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan yang mengungkapkan bahwa drama sudah ada pada abad kelima SM. Hal ini didasarkan pada temuan naskah drama kuno di Yunani. Penulisnya yaitu Aeschylus yang hidup antara tahun 525-456 SM. Isi ceritanya berupa persembahan kepada dewa-dewa.
Di Indonesia, sejarah lahirnya drama ini juga tidak jauh berbeda dengan kelahiran drama di Yunani. Drama di Indonesia juga diawali dengan upacara keagamaan yang diselenggarakan pada zaman dahulu oleh para pemuka agama
Pengertian Teks Drama
Teks Drama adalah suatu teks cerita yang dipentaskan di atas panggung (disebut teater) atau tidak dipentaskan di atas panggung (drama radio, telivisi, film). Drama secara luas dapat diartikan sebagai salah satu bentuk sastra yang isinya tentang hidup dan kehidupan yang disajikan atau dipertunjukkan dalam bentuk gerak.
Struktur Teks Drama
Berikut adalah 3 struktur yang membangun sebuah teks drama:
  1. Prolog (adegan pembukaan).
  2. Dialog (percakapan).
  3. Epilog (adegan akhir atau penutup).

Ciri-Ciri Teks Drama

Ciri-Ciri Teks Drama
  1. Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik tokoh dan juga narator. Inilah ciri utama dalam naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam bentuk teks.
  2. Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik (“…”). Hal ini karena dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda petik.
  3. Naskah drama sendiri dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh yang pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau dapa juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.
  4. Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.
Unsur-Unsur Drama
  1. Alur, merupakan rangkaian alur terjadinya drama.
  2. Amanat, pesan nasihat yang terkandung dalam cerita drama.
  3. Tokoh, pelaku yang memerankan seorang tokoh dalam cerita. Penokohan adalah penggambaran watak setiap tokoh. Ada tiga macam tokoh: (1) protagonis tokoh yang meampilkan kebaikan, (2) Antagonis tokoh jahat atau tokoh penentang kebaikan, (3) Tirtagonis tokoh pendukung protagonis.
  4. Tema, adalah ide pokok cerita (gagasan).
  5. Latar, merupakan tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam drama.
  6. Aneka sarana kesastraan dan kedramaan yang mendukung penampilan pelaku dalam suatu drama, misalnya tata panggung dan tata rias
Contoh Teks Drama 1
Liontin
Setting di pinggir jalan disebuah kota yang cukup ramai penduduk. Dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat. Di sore hari. Ramainya suasana di tempat itu muncul seorang remaja yang membawa karung dengan pakaian lusuh dan dekil. Ia berlari sambil berteriak-teriak menuju tengah panggung. Ia merasa kebingungan dan tidak percaya.
Dito muncul dari kejauhan. Ia mengejar Emaknya dan mengambil liontin yang terletak di meja penjual.
Dito     : Emak…. kembalikan ini milikku
Emak   : Apa-apaan kamu ini?
Dito     :Tidak bisa mak, emak tidak bisa menjualnya. Ini barang hasil temuan, tidak jelas pemiliknya
siapa
Emak    : Sekarang benda itu milik emak, tahu!
Dito      : Bukan mak, ini kepunyaan pemiliknya
Emak    : Iya, emak sekarang yang jadi pemiliknya
Dito      : Tidak bisa mak, titik!
Penjual : Haduh, gimana ini? Jadi atau tidak menjualnya
Emak    : Jadi
Dito      : Tidak
Emak    : Apa-apaan kamu ini? Sok tahu. Dengan uang hasil penjualan benda ini kita bisa menutupi
kebutuhan kita selama sebulan
Dito      : Tidak emak, kata Pak Ustad menjual barang yang bukan milik kita itu haram mak
Emak    : Ah! Jangan ceramahi emak. Kamu itu masih seumur jagung nak!
Dito      : Katanya itu dosa besar emak. Aku tidak ingin emak masuk neraka Mak!
Emak    : Dito, kamu ini bicara soal dosa. Kamu sekolah saja tidak, tahu apa kamu tentang dosa.
Orang yang makan bangku sekolah hingga menjadi pejabat saja tak paham akan dosa
Dito      : Tapi mak!
Emak    : Sudah, tidak usah kamu pikirkan. Tidak ada yang merasa dirugikan kali ini. Pemiliknya saja
mungkin sudah mengikhlaskan benda ini. Toh dia pikir, ia tidak sengaja menjatuhkannya.
Sudahlah Dito turut saja kata emak.
Penjual  : Iya nak benar sekali kata emakmu. Toh koruptor saja yang merugikan bangsa dan seluruh
rakyat masih bebas berkeliaran. Mereka masi bisa bersenang-senang. Petantang-petenteng
dengan uang yang bukan miliknya
Dito       : Dito tidak bisa mak. Dito tidak mau dibesarkan dengan uang haram
Emak     : Kayak orang suci saja kamu ini Dito. Makanya jangan suka bergaul denga orang-orang
aneh itu.
Dito       : Bukan begitu mak, mereka mengajarkan Dito hal yang benar
Emak     : Sudah, jangan sok mengajari Emak. Tahu apa kamu soal ini. Kamu mau bilang Emak
serakah, Terserah!
Dito       : Bukan begitu! (diam) Tapi Mak!
Emak     : Walah, tidak usah tapi-tapian. Kembalikan saja liontin itu pada mak
Penjual  : Haduh, mengapa kalian ribut. Jadi atau tidak menjualnya
Emak     : Jadi
Dito       : Saya tetap tidak akan menjualnya
Penjual  : Sudahlah, dari pada kalian ribut. Sebaiknya kalian pulang dulu. Besok datang lagi saja. Jika                 memang ingin menjual liontin ini
Emak    : Kami akan menjualnya kok!
Penjual  : Kalo mau dijual yah silakan
Dito       : Aku tidak mau, akan ku kembalikan dan ku serahkan pada pemilikinya
Emak     : Memangnya kamu tahu pemiliknya?
Dito       : Tidak, tapi yang jelas saya tidak akan menjualnya (pergi)

Menentukan karakter tokoh


Tokoh Emak : karakter tokoh emak bersifat logis, karena ingin memenuhi kebutuhannya ia bersikeras                         menjual barang yang bukan miliknya
Tokoh Dito   : Berusaha bersifat jujur, ia tidak mau menjual barang yang bukan menjadi haknya
Penjual          : merasa bingung karena tokoh Dito dan Emak yang ingin menjual kalung emasnya,

Contoh Teks Drama 2
Sahabat Sejati
Suatu ketika disaat keadilan sudah menjadi kata yang punah. Sedang diadakannya ujian semester. Adi dan Banu duduk sebangku, Sita dan Dini duduk sebangku di depannya, sedangkan Budi duduk sendiri disamping Banu.
Mata pelajaran yang sedang di ujiankan adalah matematika, semua murid terlihat kebingungan dan kewalahan melihat soalnya. Dan terjadi lah percakapan antara 5 sekawan, Adi, Budi, Banu, Sita dan Dini.
Banu:      “Din, aku minta jawaban soal nomor  5 dan 6!”
Dini:         “A dan C”
Sita:         “kalau soal nomor 10,11 dan 15 jawabannya apa Ban?
Banu:      “10 A, 11 D, nomor 15 aku belum”
Adi:          “Huss, jangan kencang-kencang nanti gurunya dengar”
Sita:         “soalnya sulit sekali, masih banyak yang belum aku kerjakan”
Mereka berempat saling contek-mencontek seperti pelajar lainnya. Tapi tidak dengan Budi, ia terlihat rileks dan mengerjakan soal ujian sendiri tanpa mencontek.
Banu:      “Bud,kamu sudah selesai?”
Budi:        “Belum, tinggal 3 soal lagi”
Banu:      “Aku minta jawaban nomor 15 sampai 20 Bud!”
Budi:        “Tidak Bisa Ban,”
Banu:      “Kenapa? Kita sahabat bud, kita harus kerjasama”
Dini:         “Iya Bud, kita harus kerja sama”
Adi:          “Iya, kamu kan yang paling pintar disini bud”
Budi:        “tapi bukan kerjasama seperti ini teman-teman”
Sita:         “Kenapa memang Bud? Hanya 5 soal saja!”
Budi:        “Mencontek atau pun memberi contek adalah hal buruk, yang dosa nya sama. Aku tidak mau mencotek karena dosa, begitu pula member contek ke kalian. Aku minta maaf”
Sita:         “Tapi saat ini, sangat mendesak Bud”
Dini:         “Iya Bud, bantu kami”
Budi:        “tetap tidak bisa”
Adi:          “yasudah, biarkan. Urus saja dirimu sendiri Bud, dan kami urus diri kami sendiri.” (marah dan kesal)
Banu:      “biarkan, kita lihat di buku saja”
Banu lalu mengeluarkan buku dari kolong bangkunya secara diam-diam, kemudian melihat rumus dan jawaban di dalamnya. Lalu Sita menanyakan hasilnya.
Sita:         “Bagaimana Ban? Ada tidak?
Banu:      “ada, kalian dengar ya. 15 A, 16 D, 17 D, 18 B, 19 A, 20 C”
Kareana suara Banu yang agak terdengar keras, Guru pun mendengarnya dan menghampiri mereka berempat.
Guru:      “Kalian ini, mencontek terus. Keluar kalian”
Mereka berempat di hukum di lapangan untuk menghormati tiang bendera.
Banu:      “Aku tidak menyangka akan seperti ini”
Dini:         “Aku juga tidak menyangka, akan dihukum”
Sita:         “Seharusnya kita belajar ya”
Adi:          “Iya, Budi benar”
Banu:      “Disaat seperti ini, baru kita menyadarinya yah!”
Sita:         “Aku menyesal!”
Adi,Dini&Banu:   “Aku juga” bersama
Setelah itu Budi keluar dari kelas dan menghampiri mereka. Kemudian Budi ikut berdiri hormat seperti yang lain.
Dini:         “kenapa bud? Kamu di hukum juga?”
Budi:        “Tidak, aku ingin menjalani hukuman kalian juga.
Kita sahabat kan? Aku ingin kita bersama”
Sita:         “aku berharap ini menjadi pelajaran kita semua”
Dini:         “dan tidak kita ulangi lagi”
Adi:          “Kita sahabat sejati”
Lalu mereka semua menjalani hukuman dengan penuh senyum dan tawa. Persahabatan akan mengalahkan segala keburukan.

Jenis-Jenis Drama

Jenis-Jenis Drama
Ada beberapa jenis drama tergantung dari dasar yang digunakannya. Dalam bentuk pembagian jenis drama, biasanya digunakan 3 dasar, yaitu : berdasarkan penyajian kisah drama, berdasarkan sarana, serta berdasarkan keberadaan naskah drama tersebut. Berdasarkan penyajian kisah, drama dapat dibedakan menjadi 8 jenis, antara lain:
  1. Tragedi: drama yang bercerita tentang kesedihan.
  2. Komedi: drama yang bercerita tentang komedi yang penuh dengan kelucuan.
  3. Tragekomedi: perpaduan antara kisah drama tragedi dan komedi.
  4. Opera: drama yang dialognya dengan cara dinyanyikan dan diiringi musik.
  5. Melodrama: drama yang dialognya diucapkan dan dengan diiringi musik.
  6. Farce: drama yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya drama tersebut dagelan.
  7. Tablo: jenis drama yang lebih mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan suatu dialog, namun dengan melakukan berbagai gerakan.
  8. Sendratari: gabungan antara seni drama serta seni tari.
Berdasarkan dari sarana pementasannya, pembagian jenis drama antara lain:

  1. Drama Panggung: drama yang sepenuhnya dimainkan dipanggung.
  2. Drama Radio: drama radio tidak seperti biasanya. Drama ini tidak dapat dilihat, tepai hanya dapat didengerkan oleh penikmatnya saja dengan melalui radio.
  3. Drama Televisi: hampir sama dengan drama panggung, namun drama televisi tidak dapat diraba.
  4. Drama Film: drama film menggunakan media layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  5. Drama Wayang: drama yang diiringi dengan pagelaran wayang.
  6. Drama Boneka: para tokoh drama tidak dimainkan oleh aktor manusia sungguhan, tetapi digambarkan dengan boneka yang dimainkan beberapa orang.
Jenis drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama. Pembagian jenis drama berdasarkan ada tidaknya naskah drama antara lain :
  1. Drama Tradisional: yaitu drama yang tidak menggunakan naskah.
  2. Drama Modern: yaitu drama yang menggunakan naskah.